Pembangunan Non APBD Digiatkan

KERJASAMA : Pemkab Lebong menggandeng pelaku usaha yang ada di Kabupaten Lebong. Sasarannya yaitu menyelaraskan program pelaku usaha seperti misalnya penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dengan program Pemkab Lebong yang telah tertuang daam RPJMD 2016-2021. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan tanpa menggunakan APBD Kabupaten Lebong.
KERJASAMA : Pemkab Lebong menggandeng pelaku usaha yang ada di Kabupaten Lebong. Sasarannya yaitu menyelaraskan program pelaku usaha seperti misalnya penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dengan program Pemkab Lebong yang telah tertuang daam RPJMD 2016-2021. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan tanpa menggunakan APBD Kabupaten Lebong.

TUBEI, Bengkulu Ekspress – Guna melaksanakan percepatan pembangunan, Pemkab Lebong akan menggandeng pelaku usaha yang ada di Kabupaten Lebong. Sasarannya untuk menyelaraskan program pelaku usaha seperti misalnya penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dengan program Pemkab Lebong yang telah tertuang daam RPJMD 2016-2021. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan tanpa menggunakan atau non APBD Kabupaten Lebong.

Dalam kegiatan cofee morning dengan menggandeng 35 pelaku usaha di Kabupaten Lebong, saat ini telah dibentuk Forum Tanggung jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP). Forum ini diharapkan dapat menjadi salah satu wadah pelaku usaha dalam menyelaraskan program dengan Pemkab Lebong.

“Semuanya demi mensejahterakan masyarakat,” jelas Kepala Bappeda Lebong, Drs Robert Rio Mantovani melalui Kabid Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Partono SE.

Disamping itu, lanjut Partono, melalui forum TSLP ini diharapkan program CSR dari seluruh perusahaan di Kabupaten Lebong dapat terkoordinir sehingga bisa disandingkan dengan program kegiatan OPD. Dicontohkannya, seperti perusahaan melaksanakan penanaman pohon aren. Untuk mendukung itu kemudian Pemkab Lebong membangun pabrik produksi gula aren.

“Dengan adanya program yang dilakukan ini masyarakat juga akan sadar jika keberadaan perusahaan dibutuhkan di daerah,” singkat Partono.

Sementara Bupati Lebong, H Rosjonsyah SIP MSi berharap kepada seluruh pelaku usaha di Kabupaten Lebong dapat mendukung pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Untuk percepatan pembangunan, perlu adanya benang merah antara program Pemkab Lebong dengan program yang dilaksanakan oleh pelaku usaha itu sendiri.

“Peran aktif serta kontribusi seluruh pihak sangat dibutuhkan dalam melaksanakan percepatan pembangunan. Termasuk kontribusi dari pihak investor,” singkatnya.
Selain itu, pimpinan proyek atau General Manager PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Hulu Lais Kabupaten Lebong, Hasan Basri mengatakan, pihaknya saat ini sangat mendukung pembangunan di Kabupaten Lebong. Bahkan saat ini pihaknya telah menyusun program yang dapat membantu kesejahteraan masyarakat seperti akan dibangunnya pabrik gula aren dan program-program lainnya. “Semua ini tentunya perlu proses dan dukungan masyarakat. Yang pasti kita dari PGE sangat mendukung pembangunan Kabupaten Lebong untuk lebih maju,” jelas Hasan.(777)