Pembangunan Jembatan Ketahun IV Dimulai

BengkuluLEBONG SAKTI,Begkulu Ekspress – Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan pembangunan jembatan Ketahun IV di Dsa Magelang Baru Kecamatan Lebong Sakti,dimulai. Sekitar pukul 14.00 WIB, kemarin (21/4/2017) dilaksanakan peletakan batu  pertamanya oleh Bupati Lebong H Rosjonsyah SIP MSi. Bupati didampingi Wakil Bupati Wawan Fernandez SH MKn, dan Kapolres Lebong.

Bupati Lebong H Rosjonsyah SIP MSi dalam sambutannya mengatakan, pembangunan jembatan mengoneksikan antara Kecamatan Lebong Sakti dan Kecamatan Uram Jaya salah satunya bertujuan untuk membuka daerah pemukiman baru disebrang Sungai Ketahun. Mengingat pemukiman yang berada di Kecamatan Lebong Sakti dinilai sudah padat.

“Contohnya seperti di desa Ujung Tanjung. Sudah tidak ada jarak antar rumah. Selain itu dengan dibangunnya jembatan ini dapat menghindari alih fungsi lahan produktif menjadi lahan pemukiman,” ujar Rosjonsyah.

Terkait masih ada beberapa warga yang belum mau mengibahkan lahan, Bupati Rosjonsyah menginstruksikan agar Camat Lebong Sakti dapat melakukan langkah persuasif kepada masyarakat.

“Pembangunan yang dilakukan manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat sendiri. Mari sama-sama kita mendukung pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah,” demikian Rosjonsyah

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRP) Kabupaten Lebong Ir Eddy Ramlan melalui Kepala Bidang Bina Marga Doni Swabuana ST menjelaskan, ”Bentang jembatan yang dibangun mencapai 60 meter dengan lebar 7 meter.”

Jarak dari jembatan menuju jalan ring road Uram Jaya yaitu sepanjang 750 meter. Dengan total anggaran yang berasal dari DAU APBD Lebong 2017 sebesar 13,2 miliar.

”Ini salah satu uapaya Pemerintah menghubungkan akses jalan yang dimiliki oleh Kabupaten Lebong. Jadi kita ingin seluruh jalan, menjadi ring road. Jalan satu dengan jalan yang lainnya saling terhubung,” ujar Doni.

Lebih jauh diungkapkan Doni, dalam pembangunan jembatan Ketahun IV ini, Dinas PUPRP merelokasi 90 makam warga yang berada di TPU desa Magelang Baru. Di atas lahan tersebut akan dibangun jalan penghubung ke jembatan. Sehingga kondisi jalan yang saat ini simpang tiga, akan menjadi simpang empat.

“Dalam hal ini sudah ada masyarakat yang menghibahkan lahan seluas setengah hektar untuk dijadikan sebagai ganti rugi atas lahan pemakaman yang terkena pembangunan,” jelas Doni.

Disisi lain, pembangunan akses yang mengoneksikan Lebong Sakti dengan Uram Jaya masih sedikit mengalami kendala. Dari total 16 lahan yang terkena dampak pembangunan jalan yang menghubungkan ke jalan ring road Uram Jaya sebanyak 3 pemilik lahan belum mau lahannya untuk dihibahkan.

“Tentunya kita berharap agar seluruh lapisan masyarakat dapat mendukung kegiatan ini demi kemajuan pembangunan Kebupaten Lebong,” ucap Doni. (777)