Pemancing Hilang Digulung Ombak

orang-hanyut
DITELAN ARUS : Erwin (30), warga Jalan Irian Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu hilang ditelan arus di kawasan Lentera Hijau, Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Tampak warga dan tim Basrnas dan Polairud sedang mencari korban. (Foto ERICK/BE).

BENGKULU, BE – Laut barat Pulau Sumatera kembali memakan korban jiwa. Kali ini salah seorang pemancing bernama Erwin (30), warga Jalan Irian Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu yang menjadi korbannya. Erwin terbawa arus laut, ketika sedang memancing di kawasan pintu alur pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.

Menurut Direktur Polair Polda Bengkulu, Kombes Pol Dede Ruhiat didampingi Kasubdit Gakkum, AKBP Joko Triwanto, kejadian itu berawal sekitar pukul 15.00 WIB kemarin (10/11), korban memancing di kawasan pintu masuk alur lentera hijau. Pada saat memancing korban menggunakan pancing katrol dan merendamkan setengah badannya ke dalam laut. Namun, ketika lagi asyik memancing, selang beberapa menit ombak besar datang dan arus ombak membawa korban ke tengah-tengah pintu alur.

“Pada saat itu tiba-tiba arus menyeret korban ke tengah-tengah alur yang cukup dalam,” jelasnya, kemarin (10/11).
Pada saat itu ada rekan korban yg juga ikut memancing bernama Soni (32) melihat dan mendengar korban meminta tolong, namun karena arus deras, korban tidak bisa diselamatkan. Selanjutnya saksipun langsung meminta bantuan kepada masyarakat dan juga para pemancing yang ada di sekitaran korban, sehinga wargapun langsung menghubungi pihak Polair.

“Ada yang menginfokan kepada kita, sehingga kita langsung melakukan pencarian bersama TNI AL dan Basarnas,” ujar Dede.

Pihak Pol Air Polda Bengkulu bersama TNI AL dan Basarnas hingga malam tadi masih mencari korban yang kemungkinan belum jauh dari tempat kejadian. “Hingga saat ini (tadi malam) kita masih melakukan pencarian terhadap korban, mudah-mudahan korban cepat ditemukan,” jelasnya.

Sementara saksi mata Soni, menceritakan, ia bersama korban awalnya memasang tonggak dari bambu untuk meletakan stik pancing. Setelah itu, Soni kembali ke pinggir, sementara korban langsung mengambil pancing, memasang umpan kemudian menuju air. “Ambo di belakang nyetel pancing dulu dan waktu itu ambo nengok ke belakang,” ceritanya.

Soni menambahkan, belum lama dirinya menyetel pancing, ada teman sesama pemancing berteriak kepadanya mengatakan bahwa temannya (korban) telah dibawa arus. Namun, karena dirinya tidak bisa berenang akhirnya ia meminta bantuan kepada sesama pemancing yg berada dekat mereka memancing, namun karena sama-sama tidak bisa berenang, mereka langsung memanggil ada sebuah kapal yang sedang lewat.

“Karno kami samo-samo dak pacak berenang, aku panggillah kapal warna hijau, habistu kapal langsung ngejar korban, tapi sekitar limo meter lagi korban hilang,” jelasnya.

Sedangkan Sonya (35), kakak ipar korban yang datang ke lokasi kejadian hanya bisa berharap agar korban bisa ditemukan. Ia bersama pihak keluarga sangat berharap kepada pihak yamg melakukan pencarian terhadap korban, bisa menemukan korban walau dalam keadaan apapun. “Kami minta agar adek kami bisa diketemukan apapun kondisinya,” pintanya.

Sonya, menceritakan, sebelum terjadinya peristiwa ini, dirinya terakhir ketemu dengan korban ketika korban mengantarkan adiknya (istri korban) ke rumah orang tua mereka dan pergi buru-buru karena ingin mengganti oli motor untuk pergi memancing. “Ga tau kita apa itu pertanda korban mau meninggalkan kita, pastinya dia terburu-buru mau pergi,” ujarnya.Dalam kejadian ini, berdasarkan informasi yang di dapat banyak warga yang berdatangan baik yang hanya ingin melihat kejadian, serta yang ingin ikut membantu pencarian warga.

Dimana pihak TNI AL, Dit Pol Air Polda Bengkulu mauoun Basarnas menerjunkan kapal yag mereka miliki, baik kapal boot atauoun kapal karet. Sementara, warga yang ikut melakukan pencarian menggunakan kapal tradisional. Dalam peristiwa ini Wakil Walikota Bengkulu Ir Patriana Sosialinda juga terjun langsung untuk memantau pencarian korban.(614)