Peluang Helmi-Dedy Terbuka Lebar

BengkuluESD Gandeng Ahmad Zarkasih

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Strategi Walikota Bengkulu, H Helmi Hasan SE dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada figur-figur baru untuk mencalonkan diri pada Pilwakot 2018 ini, tampaknya berjalan mulus. Pasalnya, menjelang beberapa hari pendaftaran, beberapa kandidat baik dari jalur partai politik maupun jalur perseorangan siap bertarung. Hal ini merupakan strategi matang dari Helmi Hasan agar Pilwakot 2018 ini tidak terjadi head to head.

Dengan banyaknya pasangan calon yang mendaftar, secara tidak langsung akan memecahkan suara sehingga menjadi keuntungan tersendiri bagi Helmi untuk kembali unggul dalam pertarungan tersebut.

“Kalau kita membaca strategi Helmi, memang menginginkan lawan itu masuk sehingga perlawanan relatif berimbang. Nah, kalau calon cukup banyak, Helmi bisa sangat kuat dan berada pada posisi atas,” kata Pengamat Politik Universitas Bengkulu, Mirza Yasben M Soc SC kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (5/1).

Menurutnya, Helmi Hasan sudah menerapkan strategi berlapis, yakni diakhir masa jabatannya sudah menanamkan jaringan-jaringan dibawahnya sebagai mesin politik, baik yang formal maupun non formal. Sehingga tetap menguatkan posisinya untuk mengantisipasi persaingan ketat antar calon.

“Kalau kita hitung di atas kertas, Helmi yang terkuat dalam perebutan kursi nomor satu di kotamadya ini. Tetapi tidak bisa kita abaikan efek lain dari strategi dia ini. Tentu timbul pertanyaan masyarakat, karena dulu Helmi sempat mundur dan di detik akhir hadir kembali mencalon, sehingga bisa menimbulkan antipati masyarakat, itu bisa jadi,” ungkapnya.

Selain itu, yang menjadi lawan terberat pasangan Helmi-Dedi menurut Mirza adalah Linda-Mirza, karena Ir Patriana Sosialinda (Linda) merupakan salah satu orang terdekat Helmi Hasan, yang sedikit banyak mengetahui celah-celah menghadapi Helmi.

Secara diam-diam, Linda pun bisa membaca strategi dari awal dan melakukan persiapan dalam membendung kekuatan politik Helmi.

“Kalau Linda bisa memotong mata rantai kekuatan Helmi, tentu berbahaya untuk Helmi ini. Nah, sekarang kalau Linda selama ini memonitor apa yang dilakukan Helmi, maka bisa jadi akan melakukan serangan balik,” papar Mirza.

Lanjutnya, salah satu yang menjadi kekuatan terbesar Linda adalah jika mampu menggali potensi pasangannya, Mirza Murman selaku Ketua DPD PDI Perjuangan Kota Bengkulu yang merupakan etnis Serawai dan mampu mengkombinasikan dengan etnis Rejang, maka basis massa terbesar bisa didapatkan oleh pasangan Linda-Mirza.

“Linda ini memiliki kekuatan terselubung yang belum dikeluarkan. Maka diprediksi perolehan suara antara Helmi dengan Linda ini akan sangat ketat,” ungkapnya.

Menurut Pengamat Politik Unib lainnya, Azhar Marwan MSi, orang-orang yang selama ini memiliki rasa ketidaksukaan terhadap kepemimpinan Helmi dan Linda selama 5 tahun belakangan ini, otomatis bisa menjadi pendukung calon lainnya yakni Erna Sari Dewi. Meski tidak diketahui berapa jumlah masyarakat yang memiliki rasa simpatik kepada Erna tersebut. Namun kapan saja dukungan terhadap Erna bisa membludak, jika nantinya banyak masyarakat yang termakan oleh hasutan atau black campaign yang dilakukan oleh orang-orang yang antipati terhadap Helmi dan Linda.

Dengan demikian, secara tidak langsung Erna berpotensi menjadi kuda hitam dalam pertarungan pilwakot.

“Hal itu bisa saja membuat Incumbent dirugikan. Karena orang-orang yang antipati itu akan menyebarkan informasi kepada orang lain untuk melakukan penolakan. Dan situasi ini bisa menguntungkan bagi pendatang baru, meraih suara-suara yang keluar dari jaringan incumbent, istilah dalam politik itu Pegang Kawan Merangkul Musuh,” kata Azhar.

Erna-Zarkasi
Sementara itu, nasib bakal calon lainnya yakni Erna Sari Dewi yang saat ini masih menjabat Ketua DPRD Kota Bengkulu dikabarkan sudah mendapatkan calon wakilnya. Yakni Kader PKS yang juga mantan calon Wakil Bupati Bengkulu Utara 2015 lalu, Ahmad Zarkasih.

Salah satu kandidat yang akan diusung PKS, Dani Hamdami mengaku urung mencalonkan diri. Dengan demikian, kabar PKS akan mengusung Ahmad Zarkasih sebagai pendamping ESD semakin kuat.

“Saya belum jadi, ya kelihatannya seperti itu (Erna-Ahmad Zarkasi berpasangan,” ujar Dani saat dihubungi tadi malam.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Bengkulu, Nuharman juga mengaku belum bisa memastikan ESD-Ahmad Zarkasih karena belum menerima SK dari DPP PKS.
Namun ia mengisyaratkan bahwa PKS akan mengusung kadernya, yakni Ahmad Zarkasih pada Pilwakot mendatang.

“Kita DPD ini belum terima SK yang resminya dari pusat. Mungkin besok atau lusa baru tahu keputusannya,” imbuh Nuharman

Namun Ketua DPW Nasdem Provinsi Bengkulu Dedi Ermansyah mengaku belum menerima SK dari PKS tersebut.

“Memang sudah kita usulkan ke pusat, tetapi sampai sekarang SK itu belum turun dari DPP. Seharusnya makin cepat makin baik, tapi kita juga tidak tahu kapan SK itu turun,” ujar Dedi Ermansyah.

Ia juga mengatakan, sepanjang SK tersebut belum dikeluarkan ada kemungkinan koalisi Nasdem dengan PKS bisa batal. Namun, sejauh ini peta koalisi yang sudah pasti baru partai PPP yang memiliki 3 kursi di DPRD Kota Bengkulu.

“Kalau koalisi dengan PPP saja sudah cukup 8 kursi, tapi kalau akhirnya PKS jadi, maka jadi koalisi tiga partai, dengan jumlah kursi 12,” beber Dedi. (805/167)