Pelindo Siapkan Rp 50 Miliar

Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu
Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu

Keruk Kedangkalan Alur Pelabuhan

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Desakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk melakukan pengerukan alur pelabuhan Pulau Baai yang mengalami pendangkalan di respon cepat oleh PT Pelindo II Bengkulu. General Manajer (GM) PT Pelindo II Bengkulu, Drajat Sulistyo memastikan akan melakukan pengerukan di akhir bulan Januari 2018 ini. Bahkan PT Pelindo II juga sudah menyiapkan anggaran pengerukan sebesar Rp 50 miliar, untuk kedalaman alur 10 sampai 13 meter. “Kita janji, akhir Januari ini sudah kita mulai pengerukan,” terang Drajat kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (11/1).

Dikatakan, rencana pengerukan alur ini memang sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari. Namun untuk proses pengerukan masih menunggu izin disetujui oleh PT Pelindo dan Kementerian Perhubungan. Ketika izin tersebut sudah keluar, maka dipastikan pengerukan akan segera dilakukan.

“Sekarang proses izin dulu. Semua harus clear perizinan nya jadi kita tidak ingin persoalan lama terulang kembali,” paparnya.

Menurutnya, keseriusan pengerukan alur itu dibuktikan dengan telah dilakukannya kontrak sewa kapal keruk dari luar negeri. Alur pelabuhan yang saat ini berada di minus 7 poin 2 itu, akan di keruk dengan kedalaman 10-13 meter. Dengan kedalaman itu maka dipastikan semua kapal-kapal besar bisa bersandar di pelabuhan yang dirancang bertaraf internasional tersebut.

“Kapal nya sudah kita kontrak dari bulan Oktober, jadi memang sudah ada rencana kita lakukan pengerukan,” tegas Drajat.

Tidak hanya itu saja, Drajat juga memformulasikan untuk mengatasi pendangkalan alur secara permanen. Caranya dengan melakukan pengerukan sentripnya, bukan hanya pada alurnya. Ketika pengerukan itu dilakukan, maka terjadinya kedangkalan alur akan bertahan 3 sampai 4 tahun kedepan.

“Kita lagi diskusikan secara matang. Jadi upaya ini nanti semua kargo akan bisa masuk semua,” terangnya.

Disamping pengerukan alur, Pelindo II Bengkulu juga akan terus berupaya untuk membuat banyak kapal besar masuk ke pelabuhan. Sebab kendala selama ini hanya kapal-kapal kecil yang masuk pelabuhan, jadi di kedalaman minus 7 tersebut tidak menghalangi bersandar nya kapal.

“Persoalan Bengkulu itu persoalan kedatangan kapal. Ketika kami keruk diatas 13 nanti yang datang kapal kecil. Jadi kita berupaya bagaimana pengerukan ini dapat sesuai dengan kapal yang masuk,” ujar Drajat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah, M.MA., mengatakan, dangkal nya alur pelabuhan itu telah di koordinasikan kepada pihak PT Pelindo II Bengkulu. PT Pelindo II sudah berjanji akan melakukan pengerukan dalam waktu dekat. Namun demikian, dangkal nya alur saat ini tidak mengganggu kapal yang akan masuk, semua kapal masih bisa masuk, kecuali kapal dengan kapasitas besar.

“Pengerukan tinggal menunggu izin, anggarannya sudah disiapkan jadi kita tunggu saja untuk pengerukan nya,” terang Rohidin.

Untuk pengerukan tersebut, tentu semua perizinan harus dilengkapi oleh PT Pelindo II Bengkulu. Sehingga nantinya tidak berujung masalah di kemudian hari. Terlebih saat ini, semua kewenangan pelabuhan, baik dari sisi anggaran, tanggung jawab sudah menjadi kewenangan PT Pelindo II Bengkulu.

“Prinsipnya sekarang kapal masih bisa masuk, tidak perlu khawatir bagi pengguna jasa kapal,” tandasnya. (151)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*