Pelaku Jambret Babak Belur

BENGKULU, BE – Bapak dengan satu anak berinisial AS (23), warga Desa Cahaya Negeri (Cingri), Kecamatan Sukaraja, Seluma, babak belur.
Itu setelah pelaku ditangkap saat melancarkan aksi penjambretan dan dihajar warga yang terdapat di simpang Empat Pagar Dewa, Kecamatan Selebar, sekira pukul 21.15 WIB, Sabtu (11/4) malam.
Pelaku melakukan penjambretan terhadap sepasang kekasih di Jalan Adam Malik, Kelurahan pagar Dewa, tepatnya di depan Taman Makam Pahlawan (TMP), sekira pukul 21.00 WIB, Sabtu (11/4).
Data terhimpun, penangkapan pelaku ini berawal pelaku bersama temannya Ar, dengan menggunakan sepeda motor Suzuki Satria FU warna merah bernopol BD 6168 EJ, meluncur dari arah RSMY Bengkulu dan bermaksud menuju ke arah Pagar Dewa.
Saat itu, pelaku AS sebagai joki atau pengendara motor tersebut, sedangkan temannya, AR bertugas melakukan eksekusi dalam menjambret korban.
Melihat situasi tepat, pelaku akhirnya menjambret tas korban saat melintas di tempat kejadian perkara (TKP).
Setelah berhasil melancarkan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dengan membawa tas korban.
Beruntung, korban yang saat itu menggunakan motor jenis matic tak sempat terjatuh dan langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.
Setelah dilakukan pengejaran, pelaku akhirnya berhasil ditangkap lantaran terjatuh saat berada di TKP.
Tak ayal pelaku menjadi bulan-bulanan warga. Beruntung pihak kepolisian yang cepat mengetahui kejadian tersebut langsung mengamankan pelaku beserta barang buktinya.
“Kami dikejar korban hingga akhirnya terjatuh dan hampir menabrak mobil di lampu merah. Korban yang berteriak jambret, langsung mengundang puluhan warga hingga akhirnya menghajar saya. Sedangkan teman saya (AR,red) berhasil melarikan diri,” aku pelaku asal Desa Jarakan, Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan, kepada BE, kemarin.
Ditambahkan AS, aksi penjambretan ini dilakukannya dalam kondisi setengah sadar.
Sebab saat itu, dirinya dalam kondisi mabuk karena menghisap lem aibon bersama teman-temannya, di Jalan Belimbing, Kelurahan Lingkar Timur.
Usai mabuk lem bersama, pelaku lalu meminjam motor milik salah satu temannya yang digunakan untuk melakukan penjambretan.
“Saya dari rumah menggunakan motor Yamaha Vega R dan mabuk lem bersama di Jalan Belimbing. Setelah itu, saya diajak Ar untuk mencari duit dengan menjambret,” aku pelaku.
Lebih lanjut diakui pelaku, menjambret tersebut baru dua kali dilakukannya.
Hal tersebut untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga yang tengah mengalami kesulitan.
Karena murahnya harga komoditi pertanian yang merupakan salah satu sumber penghasilannya.
“Sebelumnya saya berprofesi sebagai penyadap karet, namun saat ini harganya anjlok. uang hasil jambret ini akan saya gunakan untuk belanja anak dan istri,” terang pelaku.(135)