Pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

In Inspirasi, Kolom_Edukasi
Artikel kepahiang
 

Oleh: Armizah

Peringatan  hari kemerdekaan tanggal 17 Agustus adalah adalah hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia yang memiliki wilayah yang sangat luas serta penduduk yang sangar banyak.

Setiap tanggal 17 Agustus kita semua sebagai bangsa Indonesia akan merayakan hari tersebut dengan berbagai kegiatan yang positif. Untuk itu kita akan sama-sama mengenang bagaimana perjuangan para pahlawan kita untuk menjadikan negara kita ini merdeka dari penjajahan  baik bangsa belanda maupun Jepang. Sebenarnya semua sejarah perjuangan bangsa kita ini dalam merebut dan mencapai kemerdekaan bukan masalah asing bagi semua bangsa Indonesia, karena banyak sekali literatur, monumen, bukti-bukti lain yang mengungkapkannya, bahkan masih banyak saksi hidup yang bisa kita dengar langsung keterangannya.

Proklamasi

Kita patut syukuri dan memang kehendak dari Ilahi, sudah 350 tahun dijajah oleh bangsa Belanda dan dilanjutkan 3,5 tahun oleh bangsa Jepang. Kisah terahkir berawal dari pecahnya Perang Dunia ke-2  antara blok barat dengan blok sekutu. Amerika Serikat (blok sekutu ) menjatuhkan bom atom di kota Hirosima di Jepang ( blok barat ) pada tanggal 6 Agustus 1945, kemudian bom kedua di jatuhkan lagi oleh Amerika Serikat di kota Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. Hal tersebut menyebabkan Jepang menyerah tanpa syarat pada sekutu yang di ketuai oleh Amerika Serikat.

Mendengar berita Jepang menyerah kepada sekutu tanpa syarat, langsung dipergunakan sebaik-baiknya oleh pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia yang sudah diperjuangkan dan di idam-idamkan selama ratusan tahun.

Namun ternyata, ketegangan tidak langsung berakhir sampai disitu saja. Dalam pelaksanaan proklamasi kemerdekaan terjadi perbedaan pendapat antara pejuang golongan muda dan golongan tua. Pejuang golongan muda yang antara lain terdiri dari Sukarni, Adam Malik, Kusnaini, Syahrir, Soedarsono, Seopono, Chaerul Saleh menghendaki kemerdekaan dilaksanakan secepat mungkin Sedangkan golongan tua yang antara lain adalah Soekarno dan Hatta berpendapat kalau mereka tidak ingin terburu-buru karena mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi, sebab Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah.

Untuk mencari jalan keluarnya, dilaksanakanlah rapat PPKI ( Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau di sebut juga Dokuritsu Zyunbi Linkai dalam bahasa Jepang). Namun para pejuang golongan muda, tidak menyetujui rapat tersebut karena mereka menganggap PPKI itu adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan dari pemberian Jepang.

Pada saat itulah para pejuang golongan muda kehilangan kesabaran dan langsung menculik Soekarno dan Hatta dan di bawa ke Rengasdengklok yang kemudian terkenal sebagai peristiwa Rengas Dengklok. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945, tujuan dari penculikan ini adalah agar Soekarno dan Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Mereka kemudian meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang serta siap menanggung resikonya.

Sementara itu di Jakarta, golongan muda yang diwakili Wikana, dan golongan tua yang di wakili Mr. Ahmad Soebardjo melakukan perundingan, Mr. Ahmad Seobardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Mereka menjemput Soekarno dan Hatta dan membawanya kembali ke Jakarta. Setelah tiba di Jakarta, mereka langsung menuju ke rumah Laksamana Maeda di Oranye Nassau Boulevard ( sekarang menjadi JL. Imam Bonjol No. 1 gedung museum perumusan teks proklamasi ) yang diperkirakan aman dari Jepang.

Sekitar 15 pemuda berkumpul di sana antara lain B.M. Diah, Bakri, Sayuti Melik, Iwa Kusumasumantri, Chaerul Saleh, untuk menegaskan bahwa pemerintah Jepang tidak campur tangan tentang proklamasi. Para pejuang muda menuntut Soekarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan melalui radio, disusul pengambilalihan kekuasaan. Mereka juga menolak rencana PPKI untuk memproklamasikan kemerdekaan pada 16 Agustus 1945.

proklamasi 1

proklamasi2

  • Penulis adalah Guru MTsN 01 Kepahiang, Provinsi Bengkulu.

You may also read!

Baznas Segera Bentuk Pengurus Baru

TUBEI,Bengkulu Ekspress – Pemerintah Kabupaten Lebong melalui Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos) segera menggelar pemilihan pengurus baru organisasi Badan Amil

Read More...

Bayi Malang Idap Penyakit Paru-Paru Kotor dan Jantung Bocor

Harus Dirujuk ke Jakarta, Butuh Uluran Tangan Bayi malang atas nama Cahaya Rahmadania, umur 1 tahun 9 bulan. Putri

Read More...

Rejang Lebong Cek Kesiapan Siswa dengan TO

CURUP, BE– Untuk melihat kesiapan pelajar Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Rejang Lebong untuk mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS)

Read More...

Mobile Sliding Menu