Pelajar Disetubuhi di Pinggir Jalan

Kasat reskrim, memperlihatkan tersangka (menghadap belakang) bersama barang bukti saat ditangkap Sat Reskrim Polres Seluma, kemarin (22/3).
Kasat reskrim, memperlihatkan tersangka (menghadap belakang) bersama barang bukti saat ditangkap Sat Reskrim Polres Seluma, kemarin (22/3).

SELUMA SELATAN, Bengkulu Ekspress – Aksi asusila di Kabupaten Seluma, terus meningkat dan terjadi lagi. Kemarin (22/3), pukul 08.00 WIB.

Seorang buruh sebut saja namanya Kumbang (nama disamarkan, red), berhasil ditangkap Sat Reskrim Polres Seluma. Pemuda berusia 19 tahun itu ditangkap karena diduga telah menyetubuhi seorang pelajar sebut saja namanya Bunga (nama juga disamarkan, red). Mirisnya lagi, persetubuhan itu terjadi di pingiran jalan Mandi Angin Kelurahan Napal, Kecamatan Seluma.

Data berhasil dihimpun Bengkulu Ekspress, sebelum melakukan aksi persetubuhan di badan jalan ini. Korban bertemu dengan tersangka di kawasan Pasar Malam. Lalu tersangka membujuk untuk mengantar korban pulang ke rumahnya.

Ternyata tersangka tidak mengantar korban pulang, melainkan membawa korban ke kawasan Mandi Angin. Sesampainya di lokasi yang sepi dan gelap di kawasan itu, tersangka memaksa korban untuk melakukan hubungan layaknya suami Istri di pinggir jalan tersebut.

Peristiwa ini diketahui setelah kedua orang tua korban Ka 50), mempertanyakan mengapa anak perempuannya hingga pukul 22.30 WIB tak kunjung pulang ke rumah. Hal itu membuat orang tua korban curiga dan khawatir, lalu mencari korban. Setelah cukup lama, akhirnya korban ditemukan di Desa Padang Genting. Alhasil, korban pun menceritakan kejadian yang dialaminya kepada kedua orang tuanya, bahwa dirinya telah di setubuhi oleh pelaku.

“Untuk pelaku sudah diamankan setelah menerima laporan dari koprban dan keluarganya,” tegas Kapolres Seluma AKBP Jeki Ramhat Mestika SIK melalui Kasat Reskrim AKP Margopo SH kepada Bengkulu Ekspress.

Kasat menambahkan, sejumlah barang bukti berupa baju dan pakaian yang dipergunakan korban bersama pelaku sudah diamankan guna penyidikan lebih lanjut. Termasuk memintai keterangan korban dan saksi atas kejadian tersebut.
“Kasus ini tetap lanjut dan penyidikan dan pemeriksaan tetap dilakukan terhadap korban,” sampainya.(333)