Pekan Kedurang Memprihatinkan

pekan-kedurang

KEDURANG, BE – Pasar mingguan tradisional atau yang biasa disebut pekan desa di Bengkulu Selatan (BS) kondisinya sangat memprihatinkan. Pasalnya selain tempat-tempat berjualan hanya dibuat seadanya dengan atap terpal dan lantai tanah. Sehingga ketika musim hujan, lokasi pekan seperti kubangan kebau atau tampak seperti sawah yang siap ditanami. Salah satu pekan desa tersebut yakni pekan Desa Kedurang di Desa Tanjung Alam Kecamatan Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan.

“Kalau musim penghujan seperti ini, pekan desa sangat memprihatinkan, sebab selalu digenangi air dan sudah seperti sawah yang siap ditanami,” ujar Firdaus (31) salah satu warga Kedurang.

Firdaus megatakan, Pekan Kedurang ini dibuka setiap Sabtu. Namun dengan kondisinya yang selalu digenangi air, terkadang pengunjung pekan tidak betah, sehingga mereka hanya sebentar di pekan dan langsung pulang setelah kebutuhannya selesai dibeli.

Dengan kondisi tersebut dirinya berharap Pemda segera membangunnya, agar kondisi pekan desa menjadi lebih baik.

“Saya berharap ada kepedulian pemerintah untuk membangun pekan desa ini,” harapnya.

Dikatakan Firdaus, jika Pemda belum siap membangun lokasi berjualan yang permanen, dirinya berharap Pemda BS bisa menimbun lokasi yang digenangi air dengan koral. Sehingga pekan tidak menjadi becek lagi. Pasalnya, sambung Firdaus, pekan merupakan pusat perekonomian warga atau tempat warga mencari rezeki. Dengan kondisi pekan yang selalu digenangi air, maka pedagang dan pembeli tidak ada betah di pekan.

“Pekan salah satu pusat perputaran uang, saya harap ada kepedulian Pemda agar pekan menjadi layak sebagai tempat perekonomian warga BS,” harap Firdaus. (369)