Pecahkan Rekornas, Egi Dapat Reward

IST/Bengkulu Ekspress. REWARD: Ketua KONI RL H Andrian Wahyudhi memberikan apresiasi dan reward serta penggantian biaya Egi selama mengikuti Kejurnas di Jakarta.
IST/Bengkulu Ekspress. REWARD: Ketua KONI Rejang Lebong H Andrian Wahyudhi memberikan apresiasi dan reward serta penggantian biaya Egi selama mengikuti Kejurnas di Jakarta.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Putra terbaik Rejang Lebong (RL), Egi Patli Pranata (16) warga Desa Suka Datang Kecamatan Curup Utara mengharumkan nama daerah pada ajang Kejurnas Atletik U18, U20 dan Senior di Madya Senayan Jakarta tanggal 7 sampai 12 Mei 2018 lalu.

Egi berhasil memecahkan rekor nasional lempar lembing U18 dengan jarak lemparan yang sebelumnya hanya 62,29 meter milik Nasrun Sibela, berhasil dipecahkannya dengan jauh lemparan 66,43 meter dan ia berhak atas medali emas.

“Alhamdulillah ini capaian yang luar biasa dan terimakasih atas perhatian KONI Rejang Lebong,” ungkap Egi disela-sela perbincangannya dengan Ketua Umum KONI Rejang Lebong, H. Andrian Wahyudhi di kantor KONI Rejang Lebong, Selasa (15/5/2018) siang.

Sudah banyak medali yang berhasil diraih oleh Egi, diantaranya pada ajang Porkab Rejang Lebong 2018 lalu ia mendapatkan medali emas dan juga pada Porprov 2018 siswa kelas II SKO Bengkulu ini juga meraih medali emas untuk Rejang Lebong dengan jauh lemparan 55 meter.

Egi juga memberikan penjelasannya terkait banyak informasi yang beredar ia berangkat di ajang Kejurnas ini dengan biaya sendiri. Menurut Egi kabar itu benar, namun ada beberapa alasan yang membuatnya harus berangkat dengan biaya sendiri hasil dari penjualan laptopnya.

Menurutnya, awalnya akan di berangkat 8 orang dari PPLP Bengkulu, tapi hingga sudah techical meeting tidak ada kabar lagi dari pelatihnya. Hingga kemudian pelatih mereka mengatakan bahwa KONI Provinsi Bengkulu tidak memiliki anggaran lagi untuk memberangkatkan mereka.

Kemudian, Egi berinisiatif mengatakan kepada pelatih agar mengambil nomor dulu ke panitia jika ia dan pelatih bisa berangkat dengan biaya sendiri. Akhirnya Egi berangkat hanya berdua bersama dengan pelatihnya saja setelah laptopnya laku terjual senilai Rp 4 juta.

Karena diakui Egi waktu itu ia sama sekali tidak tahu bahwa seharusnya bisa berkoordinasi dan mendapatkan fasilitas dari KONI RL. Ia hanya berharap ada perjuangan dan bantuan dari KONI Provinsi Bengkulu karena berangkat atas nama Provinsi Bengkulu.

“Jadi 7 orang lainnya itu tidak ada yang jadi berangkat. Karena selama ini kami tidak diperhatikan oleh pihak terkait, setelah pulang membawa medali juga dibiarkan saja. Ucapan selamat saja cuma ada di Popnas 2017. Sekarang bersyukur sudah tahu alurnya. Artinya kedepan ketika akan mengikuti event lagi bisa berkoordinasi dengan KONI atau Dispora Rejang Lebong,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Rejang Lebong, H. Andrian Wahyudhi menegaskan bahwa ini menjadi pembelajaran bagi atlet RL yang ingin mengikuti ajang pertandingan dimana saja. Karena tidak memberitahu KONI ataupun Dispora RL sehingga KONI dan Dispora Rejang Lebong tidak tahu. Padahal seharusnya mereka bisa langsung berkoordinasi dengan KONI Rejang Lebong dan Dispora Rejang Lebong untuk pembiayaanya.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Egi yang perjuangan dan pengorbanannya sangat luar biasa untuk daerah kita ini. Maka nanti selain ada reward, biaya tiket dan lainnya yang dikeluarkan untuk ajang ini akan kita ganti,” ungkap Yudhi.

Ketua DPD Partai Golkar Rejang Lebong ini juga menegaskan bahwa tidak hanya Egi, para atlet lainnya yang akan bertanding keluar daerah juga bisa berkoordinasi dengan KONI dan Dispora Rejang Lebong.

“Disinilah tempatnya atlet berprestasi untuk koordinasi. Jadi sudah menjadi kewenangan kami dan kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memfasilitasinya,” tandasnya. (rel)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*