Pasukan Sniper Disiagakan, Tinggal Tunggu Perintah Asops Kapolri

TOPSHOTS Police marksmen take up a position on a roof in Dammartin-en-Goele, north-east of Paris, where two brothers suspected of slaughtering 12 people in an Islamist attack on French satirical newspaper Charlie Hebdo held one person hostage as police cornered the gunmen, on January 9, 2015. The hostage drama unfolded at a printing business in the small town of Dammartin-en-Goele, only 12 kilometres (seven miles) from Paris's main Charles de Gaulle airport, police sources said. AFP PHOTO / DOMINIQUE FAGET
Ilustrasi. Foto: AFP

JAKARTA – Kakor Brimob Polri Irjen Murad Ismail membenarkan bahwa pihaknya sudah menyiagakan pasukan sniper untuk mengantisipasi demonstrasi 25 November dan 2 Desember.

Namun Murad menjelaskan, belum bisa memastikan apakah pasukan ini akan dilibatkan dalam penanganan dua demo tersebut.

Mengenai keterlibatan pasukan sniper tersebut, tinggal menunggu perintah Asisten Operasional Kapolri, Irjen Unggung Cahyono.

“Masalah sniper pengaturannya Asops. Di tempatkan di mana Asops yang atur. Saya cuma siapkan pasukan,” kata dia di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (24/11).

Menurut Murad, mengenai jumlah, peletakan, dan jenis personel yang akan disiapkan dalam mengawal dua demo tersebut, tergantung perintah Asops Kapolri. Murad mengaku hanya sebagai fasilitator kebutuhan Asops Kapolri.

“Untuk komandan keamanan itu Asops. Saya cuma menyiapkan pasukan. Saya koki yang menyiapkan pasukan Brimob untuk menghadapi setiap keamanan yang ada dalam negeri. Asops komandannya masalah pengaturan, pembagian tugas di mana anggota saya,” jelas Murad.

Sementara itu, Murad memastikan bahwa personelnya tidak membawa senjata api untuk mengawal dua demo tersebut. “Yang jelas menghadapi unjuk rasa, kami semua enggak bersenjata. Kami pakai tameng saja,” tandas dia. (Mg4/jpnn)