Pastikan Makanan Aman

RACHMAN SKM
RACHMAN

LEBONG, Bengkulu Ekspress – Pastikan jajanan berbuka puasa atau takjil tidak mengandung bahan atau zat-zat berbahaya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebong Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPom) Bengkulu, untuk melakukan pengawasan dan pengontrolan terhadap seluruh makanan yang dijual selama bulan Ramadan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Lebong Provinsi Bengkulu Rachman SKM, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak mendatangi pasar dan tempat pasar kaget yang ada di Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu , untuk mengambil sampel makanan dan minuman yang dijual para pedagang.

“Nanti apakah makanan dan minuman mengandung zat berbahaya atau tidak,” jelasnya, kemarin (17/05).

Ditambahkan, Rachman berdasarkan pengalaman yang didapat selama ini, ketika dilakukan sidak pihaknya bersama BPom dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi (Disprindagkop) ketika mendapatkan atau menemukan kecurangan yang dilakukan penjual, kedepan bukan menguntungkan para pedagang malah akan merugikan para pedagang itu sendiri. “Karena masyarakat sudah mengetahui jika yang dijual ternyata berbahaya dan tidak mau lagi membeli,” sampainya.

Untuk itulah, dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar bijak dan teliti ketika berbelanja berbuka puasa. Jika merasa tibul kecurigaan dengan jualan yang dijajahkan mengandung zat-zat berbahaya, agar tidak di beli. Karena dengan selalu waspada akan terhindar sakit selama bulan puasa. “Karena kewaspadaan ita dapat terhindar dari hal-hal yang dapat mengurangi ke khusukan berpuasa,” ujarnya.

Sementara itu dirinya meminta kepada seluruh pedagang, untuk selalu menjaga kebersihan dan higienis dalam melakukan proses membuat makanan dan minuman, selain itu gunakanlah pewarna makanan yang khusus untuk makanan atau minuman. “Hindari menggunakan borak, formalin karena selain merugikan pelanggan juga akan merugikan pedanganitu senidri,” ucapnya

Sementara itu, Nurjanah, salah seorang warga penjual takjil mengatakan bahwa semenjak dirinya berjualan takjil yang telah puluhan tahun, diirnya tidak pernah menggunakan bahan pengawet. Selain tidak ingin merugikan para konsumen, takjil yang dibuat dan dijualnya juga dikonsumsi oleh keuarga.

“Lebih baik saya buang jika ada es atau makanan yang saya jual tidak laku, daripada curang dengan menggunakan bahan pengawet,” ujarnya.

Dengan kejujuran selama berjualan, dirinya bersyukur berbagai macam dan minuman yang dijajahkannya selama ini semuanya laku terjual. “Untuk itulah saya tidak mau mengecewakan konsumen selama ini,” tuturnya. (614)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*