Pasokan Air PDAM Macet

BENGKULU, BE – Pelanggan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Dharma Kota Bengkulu di Rawa Makmur Permai dan sekitarnya kembali mengeluh.  Tidak jauh berbeda seperti yang sudah-sudah, keluhan ini terkait macetnya aliran air yang sudah berlangsung selama 3 hari, sejak Sabtu (11/4).
Yunita Irawati, warga Rawa Makmur Permai, mengatakan, akibat macetnya pasokan air PDAM di rumahnya, ia terpaksa meminta air sumur milik warga non pelanggan PDAM atau mengambilnya dari sejumlah sumber air milik fasilitas publik seperti masjid.
“Kalau harus meminta setiap hari, rasanya sungkan juga. Bagaimana tarifnya mau dinaikan kalau begini terus. Padahal tagihan yang kami bayar setiap bulannya tidak pernah menunggak,” katanya kepada BE, kemarin (14/4).
Senada diungkapkan Wisnu Agung, warga Jalan Merpati 15 Kelurahan Rawa Makmur. Ia meminta kepada PDAM untuk tidak menaikkan tarif karena seringnya pasokan air PDAM mati.
“Kalau pun mengalir keadaan airnya keruh sekali. Tapi mau bagaimana lagi kita disini nggak bisa pakai air sumur karena lebih berisiko. Kami minta tarif nggak usah dulu naik kalau PDAM memang belum mampu mengantisipasi air yang macet,” urainya.
Dikonfirmasi, Direktur Umum PDAM Tirta Dharma Kota Bengkulu, H Sjobirin Hasan SE MBA, mengatakan, setiap warga yang mengeluhkan macetnya air PDAM dapat langsung mengkonfirmasi kepada pihak manajemen. Bila mendapatkan pengaduan, ia berkomitmen akan langsung mengirimkan petugas untuk memantau kerusakan yang ada.
“Kalau kemacetan itu terjadi hanya di beberapa rumah tangga, silakan SMS atau telepon berikut nama, alamat lengkap, nomor kontak yang bisa dihubungi dan keluhannya ke 082186134569. Nanti masalah ini akan kami tangani secara personal. Pelanggan bisa mengeluhkan masalahnya ke sini dan insyaAllah akan langsung kami tangani,” ujarnya.
Namun bilamana kondisi kemacetan dialami oleh mayoritas pelanggan, lanjutnya, maka pihak manajemen akan memberikan air bersih gratis ke warga dengan menggunakan mobil tangki PDAM.  Program ini tidak hanya berlaku bagi para pelanggan PDAM namun juga berlaku untuk warga masyarakat Kota Bengkulu secara keseluruhan.
“Pompa air kami di IPA Surabaya sering mendadak mati.
Tapi kalau macetnya air di Rawa Makmur, itu persisnya kami belum tahu sebabnya,” demikian Sjobirin. (009)