Pasar Panorama Amburadul

DENDI - BE,Anggota DPRD Kota Bengkulu saat melakukan sidak ke PPN Panorama kemarin (4)BENGKULU, BE – Wajar saja Kementerian Perdagangan RI menghentikan kucuran dana sebesar Rp 24 miliar untuk pembangunan tahap III Pasar Percontohan Nasional (PPN) Panorama, Kota Bengkulu. Hal ini dikarenakan kondisi pasar tersebut amburadul, pembangunannya tidak sesuai dengan site plan pembangunan yang diinginkan pemerintah pusat.

Amburadulnya pasar tersebut,  terungkap saat sejumlah anggota dan pimpinan DPRD Kota Bengkulu didampingi Kadis Perindag, Ir Yalinus melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke pasar tersebut, kemarin siang.

Dalam Sidak tersebut para wakil rakyat ini mendapati banyaknya pembangunan tidak sesuai dengan site plan, seperti pembangunan lapak permanen di atas badan jalan, penempatan pedagang  yang tidak sesuai dengan komoditas barang jualan dan berbagai persoalan lainnya.

“Memang kondisi jauh dari perencaan sebelumnya, jika seperti ini kondisinya, wajar saja Pemerintah Pusat menghentikan pengucuran dana untuk pembangunan tahap III,” kata Wakil Ketua DPRD Kota, Irman Sawiran SE.

Ia mengungkapkan, di atas jalan masuk tersebut dilarang keras digunakan oleh pedagang, apalagi dibangun lapak permanen. Hal  itu bertujuan untuk memudahkan pembeli masuk kedalam pasar dan memudahkan pedagang mengangkut barang dagangannya dengan menggunakan gerobak. Selain itu, jalan itu juga berfungsi untuk dilalui oleh Armada Pemdam Kebakaran, jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran dalam pasar tersebut.

“Jika sudah dibangun lapak permanen seperti ini, jalan ini mati total. Jangan kan untuk dilalui oleh gerobak, dilewati pembeli dengan berjalan kaki saja susah,” cetusnya.

Sementara itu, anggota DPRD lainnya H Ahmad Badwi Saluy SE MSi mengungkapkan, tidak ada jalan lain untuk mengembalikan pembangunan pasar sesuai dengan site plan, kecuali  semua lapak diatas badan jalan tersebut dibongkar.
“Solusisnya harus dibongkar, jika tidak, maka pembangunan pasar ini tetap menyalahi ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah pusat,” ujarnya.

Tidak hanya lapak diatas badan jalan tersebut yang harus dibongkar, menurutnya semua bangunan lainnya yang tidak sesuai dengan perencaan juga harus dibongkar total. Agar pembangunan pasar tersebut sesuai dengan perencaan semula.

Di bagian lain, Kadis Perindag Yalinus menyampaikan bahwa pihaknya telah berulang kali melayangkan surat teguran agar pembangunan lapak yang tidak sesuai site plan itu dihentikan. Namun Forum Pedagang terus melakukan pembangunan hingga ditempati oleh pedagang seperti saat ini.

“Sejak mulai dibangun saya sudah memberikan surat teguran, tapi Forum Pedagang tidak mengindahkan teguran saya, sehingga pembangunan selesai dan ditempati seperti yang kita lihat ini,” ujarnya sembari menunjuk lapak tersebut.

Untuk mencarikan solusi permasalahan pasar tersebut, anggota DPRD Kota akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bengkulu, untuk melakukan berbagai gebrakan agar pasar itu bisa dijadikan percontohan di tingkat nasional.
“Nanti kita koordinasi dulu untuk mencarikan solusi yang terbaik,” ucap Irman.

Sejumlah anggota DPRD Kota yang hadir dalam Sidak tersebut, yakni Irman Sawiran SE, Ahmad Badawi Saluy, Sofyan Hardi, Nuharman SH, M Awaludin, Hj Leni Hartati Jhon Latief, Hendri Arianto, dan beberapa anggota dewan lainnya. (400)  

  • ifsyanusi 10 Maret 2013 at 08:48

    Dukung langkah pimpinan DPRD untuk melakukan konsultasi dengan Pemerintah kota, karena hal tersebut merupakan salah satu fungsi DPRD di bidang PENGAWASAN.

  • ifsyanusi 10 Maret 2013 at 08:54

    DPRD kota laksanakan fungsi PENGAWASA