Partisipasi Pemilih Ditarget 75 Persen

pilkada-btg

PPK Sisir Data Tercecer

BENTENG, BE – Memberikan kesempatan bagi penduduk Bengkulu Tengah (Benteng) belum tercatat dalam daftar pemilih sementara (DPS), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Benteng melalui Panitia Pemungutan Suara (PPS) langsung menyebarkan data DPS telah ditetapkan.

Komisioner KPU Kabupaten Benteng Divisi Logistik dan Anggaran, Dodi Herwansyah SPd MM menjelaskan, pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh PPS se-Kabupaten Benteng untuk menyebarkan DPS pada tanggal 3-9 November 2016.

“Sesuai dengan tahapan, penyampaian DPS dari tingkat PPK ke PPS dilakukan pada tanggal 3-9 November dan langsung disebarkan ke tempat-tempat strategis. Selanjutnya, kami juga memberikan kesempatan kepada masyarakat yang belum terdaftar kedalam DPS untuk memberikan tanggapan dan melapor ke PPS pada tanggal 10-19 November 2016,” jelas Dodi.

Selama masa pengumuman DPS, kata Dodi, pihaknya meminta agar seluruh masyarakat atau pengguna hak pilih bisa pro aktif selama proses pemuktahiran data tersebut. Salah satunya adalah turut melakukan pengecekan secara mandiri mengenai hak suara yang akan mereka gunakan nantinya. Sebab, dari hasil pleno tingkat KPU Kabupaten Benteng DPS dari 143 desa/kelurahan mencapai 80.638 jiwa.

Dilanjutkan Dodi, perbaikan data DPS akan dilakukan pada tanggal 20-24 November 2016. Sedangkan rekapitulasi ditingkaakan dilakukan pada tanggal 25-27 Nonember. “Rekapitulasi ditingkat PPK akan dilakukan pada tanggal 28-29 Novemer. Sedangkan penetapan daftar pemilih tetap (DPT) akan dilakukan pada rentang waktu 30 November 2016 hingga 6 Desember 2017,” kata Dodi.

Komisioner KPU Kabupaten Benteng Divisi Sosialisasi, SDM dan P2IP, Drs BJ Karneli mengaku bahwa KPU saat ini tengah gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk proaktif melihat data DPS.

Bukan tanpa alasan, hal ini sengaja dioptimalkan sekedar untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat di Kabupaten Benteng, baik itu tokoh masyarakat (tomas), penyuluh agama hingga para pelajar yang dikategorikan sebagai pemilih pemula. Menurut BJ Karneli, hal ini sengaja juga dilakukan untuk meningkatkan partisipasi pemilih saat pilkada 15 Februari 2017 mendatang.

Data terhimpun BE, dari jumlah DPT pilkada sebelumnya sebanyak 78.945 pemilih, partisipasi pemilih menembus angka 60 persen.

“Menghadapi pilkada tahun 2017, kami lebih menekankan sosialiasasi langsung atau tatap muka kepada masyarakat. Melalui upaya tersebut, kami optimis angka partisipasi bisa meningkat dan menembus angka 75 persen dari total DPT nantinya,” tandas BJ. (135)