Pangkas Pegawai RSMY

pagawai_rsmyBENGKULU, BE – Banyaknya pegawai honorer di Rumah Sakit M Yunus (RSMY) Bengkulu, dinilai hanya membebani keuangan daerah, karena sebagian besar pendapatan rumah sakit terkuras untuk membayar gaji honorer yang mencapai Rp 500 juta perbulannya itu.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Parial SH mempersilakan manajemen RSMY untuk melakukan pemangkasan, jika keberadaan para honorer itu tidak dibutuhkan di RS milik Pemerintah Provinsi Bengkulu tersebut.

“Beberapa waktu lalu sudah diinformasikanm bahwa manajemen RSMY mau melakukan pemangkasan terhadap tenaga honorernya. Ya, kalau bagi kami silakan saja, masalah teknisnya tentu manajemen rumah sakit sendiri yang mengetahuinya,” kata Parial.

Meski menyetujui pemangkasan itu, Politisi PAN ini meminta agar manajemen RSMY tidak menzalimi para honorer itu. Jika tenaga dan kemampuannya masih dibutuhkan, pihaknya menyarankan agar tetap dipekerjakan.

“Kalau memang tenaganya tidak dibutuhkan, lebih baik dikurangi dengan catatan jangan menzalimi orang. Artinya kalau para honor itu rutin masuk dan masih dibutuhkan, ya silahkan di pakai atau kalau tidak dibutuhkan lagi, silakan dipindahkan ke instansi lain yang membutuhkan. Sehingga yang bersangkutan masih bisa bekerja dan pihak rumah sakit tidak terlalu berat untuk mengeluarkan biaya pembayaran gajinya,” terang Parial.

Disinggung mengenai pihak RSMY tidak kuasa melakukan pemangkasan karena hampir semua tenaga honorer itu merupakan titipan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, Parial mengaku tidak mengetahuinya. Namun ia meminta manajemen RSMY tetap profesional meskipun titipan pejabat.

“Saya tidak mengerti masalah ada atau tidaknya titipan pejabat. Yang jelas, walaupun itu titipan, kalau tenaganya tidak dibutuhkan, silakan dipindahkan ke SKPD lain. Sebaliknya, jika yang bersangkutan pemalas, tenaganya tidak dibutuhkan bahkan dia sering tidak masuk, ya lebih baik dipangkas saja,” paparnya.

Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Dirut RSMY dr H Syafriadi MM mengaku bahwa jumlah pegawai RSMY memang overload karena banyaknya tenaga honorer yang mencapai 200 orang lebih. Dengan adanya honorer tersebut, maka keseluruhan pegawai RSMY mencapai 1.300 orang lebih, padahal idealnya hanya maksimal 900 orang.

“Kebutuhan ideal untuk rumah sakit tipe B seperti RSMY Bengkulu dengan tempat tidur 350 itu maksimal hanya 900 orang karyawan, sedangkan kita jauh diatas jumlah itu,” akunya.
Namun Syafriadi mengaku tidak bisa memangkasnya, karena para honorer itu merupakan titipan pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

“Banyak pertimbangan kalau kita mengeluarkan tenaga honorer itu, banyak yang harus dipertimbangkan karena mereka adalah anak-anak kita semua,” ujarnya.

Karena pihaknya tidak kuasa untuk ‘membuang’ honorer itu, Syafriadi pun akan memberdayakan para honorer itu, seperti menempatkan di tempat yang perawatannya masih kurang.

“Kita berdayakan saja dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Jika disalah satu unit kekurangan tanaga perawatnya, maka kita perbantukan kesana,” tukasnya.(400)