PANGDAM II SRIWIJAYA: Antisipasi Aliran Radikal

Bengkulu
RIO/Bengkulu Ekspress KUNKER: Pangdam II Sriwijaya Mayjen AM Putranto (dua kiri) didampingi Danrem 041 Gamas Kolonel Inf Agung Pambudi (dua kanan) mengunjungi Makorem 041 Gamas dalam kegiatan Kunjungan kerjanya di Provinsi Bengkulu, Selasa (1/8).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI AM Putranto SSos, menegaskankan prajurit TNI harus mampu mengawasi aliran radikal yang terus mengalir kepada masyarakat. Baik itu aliran radikal kiri, maupun radikal kanan. Sehingga masyarakat tidak mudah terpengaruhi, hingga mengakibatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi terpecah. “Bahaya radikal kanan dan kiri, yang saat ini terus mengrongrong kita,” ujar Putranto kepada Bengkulu Ekspress, saat melakukan kunjungan ke Makorem 041/Gamas Bengkulu kemarin (1/8).

Dikatakannya, untuk mencegaan aliran itu masuk ke pemahaman masyarakat maupun TNI. Tentu dibutuhkan kerjasama yang kuat kepada pihak Polri. Sehingga penyebaran redikalisme itu dapat diatasi. “Kerjasama yang kuat, harus kita lakukan. Baik dari lapisan masyarakat, Polri maupun TNI itu sendiri,” tambahnya.

Tak hanya itu, Pangdam II/Sriwijaya juga akan melakukan penguatan kepada semua prajurit TNI. Dimana prajurit yang telah mengemban amanah harus menjaga amanah tersebut. Yang baik, tentunya akan terus diprioritaskan. “Penguatan-penguatan seperti ini harus terus kita lakukan,” papar Putranto.

Pangdam juga meminta kepada Korem 041/Gamas Bengkulu untuk mengidintifikasi semua asat tanah yang dimiliki oleh TNI. Jangan sampai ada aset tanah yang tidak tersertifikasi.

“Sertifikasi tanah ini juga penting. Kalau selama ini dipakai oleh masyarakat dan itu miliki TNI, harus dilakukan penjelasan secara baik. Agar tidak salah pengertiaan,” ujarnya.

Selama kunjungan dua hari Pangdam II/Sriwijaya di Bengkulu, hari ini Pangdam akan melakukan penutupan Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang digelar oleh Kodim 0425/Seluma. Atas kunjungan ke Bengkulu itu, Pangdam meminta prajurit TNI harus tetap semangat kerja dan memiliki motivasi tinggi untuk mengabdi kepada masyarakat. “Kerja yang iklas dan semangat kerja harus melekat erat di jiwa seorang prajurit TNI,” pungkasnya. (151)