Panen Tiba, Harga Kopi Turun

Bengkulu
JEMUR: Salah satu warga Desa Lubuk Tapi, Ulu Manna sedang menjemur kopi hasil panen tahun ini, Kamis (13/4/2017).

Apr 15, 2017 @ 12:00

ULU MANNA, Bengkulu Ekspress – Meskipun musim panen kopi di Bengkulu Selatan (BS) sudah tiba, sejumlah petani kopi di Bengkulu Selatan lesu. Hal itu disebabkan harga jual kopi kering turun.
Kimin (60), petani kopi Desa Lubuk Tapi Kecamatan Ulu Manna, saat disambangi di rumahnya, Kamis (13/4), mengungkapkan, sekitar dua bulan lalu, harga kopi kering mencapai Rp 24 ribu hingga Rp 25 ribu per kg. Hanya saja, saat ini harganya hanya kisaran Rp 22 ribu- Rp 23 ribu per kg.

“Musim panen kopi kali ini membuat kami petani kopi kurang bersemangat, sebab harga kopi sedang turun,” ungkap Kimin.

Sedangkan Yusin (56), petani kopi yang juga warga Desa Lubuk Tapi, lebih mengeluh lagi. Ia menilai, turunnya harga kopi ini sepertinya menjadi tradisi disaat musim panen tiba.

Sebab, sebelum panen, harga jual kopi naik. Namun ketika musim panen tiba, harga jual turun. Namun demikian, dirinya hanya bisa pasrah dengan tetap berharap harga jual bisa naik lagi.

“Kita hanya petani kecil, berapa pun harga jual, kopi tetap kami jual, semoga saja nanti harganya bisa naik lagi seperti sebelumnya,” harap Yusin. (369)a