Pagar PPN Dijebol

Indra: Lebih Baik Dibongkar

Pagar Pasar Panorama
Pagar Pasar Panorama yang kurang dari setahun didirikan sudah dijebol oleh pedagang, kemarin. (Foto MEDI/BE).

BENGKULU, BE – Upaya Dinas PUPR dan Disperindag Kota Bengkulu untuk memperbaiki bangunan pagar Pasar Percontohan Nasional (PPN) Panorama, rupanya ditolak anggota DPRD Kota Bengkulu.

Dewan pun meminta Dinas PU untuk membongkar kembali tembok pagar yang saat ini kondisinya semakin rusak parah tersebut.

“Kalau ada rencana Kadis PU untuk menganggarkan biaya perbaikan pagar sebaiknya tidak perlu dilakukan, karena itu akan percuma dan menghabiskan uang saja,” ujar anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Indra Sukma kepada BE, kemarin (9/4).

Menurut Indra, meski pemerintah daerah telah merealisasikan pembangunan untuk kebaikan serta ketertiban pasar, namun solusi dengan mendirikan pagar yang mengelilingi lapak pasar tersebut tidak lagi efektif dan tidak menjadi solusi untuk membendung pedagang untuk berjualan diluar, dan sampai saat ini tidak mengubah kondisi kawasan pasar tersebut.

“Memang awalnya kita belum bisa membayangkan akan terjadi seperti ini, karena kita sama-sama berpikir pagar solusi terbaik. Tetapi setelah dibangun sudah terbukti bahwa tidak efektif,” terang Anggota Fraksi PAN ini.

Oleh sebab itu, menurut analisanya, aset pagar milik pemerintah daerah tersebut sudah mengalami kerugian hingga Rp 400 juta, namun akan lebih rugi lagi bila Dinas PU bersama Disperindag kota menganggarkan kembali untuk perbaikan maupun hanya menutup dinding-dinding bangunan yang telah dijebol oleh pedagang. Maka lebih baik dibiarkan saja dengan kondisi seperti itu atau dibongkar kembali.

“Jadi, kita sama-sama ketahui kalai dianggarkan lagi perbaikan jelas percuma juga pasti akan dijebol lagi, dan itu jauh lebih rugi. Justru lebih baik anggaran bisa ditambahkan ke infrastruktur,” tandas ucok sapaan akrabnya.

Adapun persoalan lainnya, lanjut Ucok, dengan berdirinya pagar beton setinggi 2 meter tersebut dikhawatirkan bisa menjadi bencana bagi pedagang yang berada didalamnya. Karena, beberapa waktu lalu Kepala Dinas PUPR kota telah melaporkan ke polisi terhadap 2 pedagang yang diduga pelaku pengerusakan pagar yang akhirnya mereka ditahan/disel.

Sehingga, jika ini tetap dipertahankan maka dikhawatirkan akan ada belasan bahkan puluhan pedagang lainnya yang akan dimasukkan penjara.

“Saya beranggapan pembanguan pagar hanya menimbulkan permasalahan sosial baru bagi pedagang. Jika memungkinkan serta tidak menyalahi aturan sebaiknya pagar itu dibongkar lagi,” jelasnya.

Meski sampai saat ini belum ada pihaknya yang bisa memberikan solusi yang terbaik, namun ia meminta agar hal ini bisa sama-sama dipikirkan baik legislatif, eksekutif, dan seluruh stakeholder yang lain, agar bisa menemukan jalan keluar yang lebih efektif untuk ketertiban pasar Panorama.(805)