Padagang Tolak Tempati Los

los-kosong-kabupaten-kepahiang
Doni/Bengkulu Ekspress. KOSONG: Kondisi los jualan di dalam pasar Kepahiang yang masih kosong, karena pedagang menolak untuk menempatinya.

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Pasca penertiban yang digelar petugas gabungan Satpol PP, Dishubkominfopar dan Diskop UKM dan Perindag beberapa waktu lalu. Pedagang pasar pagi di jalan Syahrial tetap saja berdagang di trotoar jalan dan  menolak tempati los yang sudah disediakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepahiang di dalam pasar.

Seperti diungkapkan pedagang sayur, Titin (48), jika pindah ke dalam los pasar, maka pendapatan bisa berkurang. Sebab, di dalam los pasar itu para pembeli lebih sepi.

“Pembeli itu kebanyakan warga yang pakai motor jadi mereka membeli saat lewat, bukan sengaja mau ke dalam pasar,” tuturnya.

Ditambahkan pedagang lainnya,  Neli (35), sejumlah pedagang lainnya sempat mengisi lapak di dalam pasar. Hanya saja, bukan keuntungan diperolah, malah sebaliknya. Karena dagangan berupa sayuran menjadi busuk akibat tak laku. “Lagian para pembeli juga malas masuk ke dalam pasar,” kata Neli.

Staf Perdagangan Diskop UKM dan Perindag Kepahiang, Ulista didampingi Koordinator Pasar, Harun yang berjaga di lingkungan pasar mengaku, bingung langkah apa lagi yang harus ditempu agar pedagang bisa mengisi lapak.

“Los pedagang sayur ini masih banyak yang kosong, bisa dilihat saja sendiri kondisinya,” tutur Ulista.

Menurutnya, untuk jualan sayuran disediakan sebanyak 100 lapak, jualan daging dan ikan 48 lapak. Bahkan juga disiapkan tenda cadangan yang bisa menampung 14 pedagang. Terlebih penggunaan lapak saat ini sama sekali belum dipungut bayaran alias uang sewa atau gratis.

“Kondisinya sekarang kosong saja, karena pedagang belum mau pindah,” tuturnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi II DPRD Kepahiang, Eko Guntoro menyayangkan, masih adanya pedagang yang berjualan di trotoar, walaupun sudah dilakukan penertiban.

“Kalau kita dengan dari pedagang ataupun pengelola pasar, memang alasan keduanya masuk akal. Namun dari sini kita berharap, adanya kesadaran semua pihak. Dalam artian tidak hanya dari para pedagang saja, pembeli juga,” singkat Eko. (320)