PAD Tabot Diprediksi Menurun

BENGKULU, BE – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memprediksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari festival tabot tahun 2015 ini akan menurun. Meski sebelumnya Disparekraf akan menaikkan PAD menjadi Rp 170 juta, namun secara mekanisme pengelolaan kegiatan tabot saat ini, terbagi menjadi 2 yakni di dalam dikelola oleh Pemerintah Provinsi sedangkan bagian luar kawasan view tower akan di kelola oleh pemerintah kota.  Jika dibandingkan tahun 2014 lalu, festival tabot dikelola oleh pemerintah kota sendiri, sehingga tercapailah PAD sebesar Rp 165 juta. Namun untuk tahun ini akan sulit, ditambah lagi beberapa titik yang tidak bisa didirikan tenda, karena harus ada jalur steril untuk sebagai jalur tabot.
Kadisparekraf Kota, Bujang Hr mengatakan, pengelolaan lapak  diluar menjadi kewenangan kota. Untuk tahun ini diperkirakan ada sekitar 100 tenda dengan bermacam ukuran. Sedangkan untuk penyewaan sesuai dengan peraturan daerah (Perda) nomor 2 tahun 2014 tentang pengelolaan aset daerah. Bayaran yang disetor oleh pihak ketiga selaku pengelola tenda lapak yakni PT Wijaya Makmur kepada pihaknya.  “Untuk pencapaian PAD di festival tahun ini, berkisar Rp 75 juta itu prediksinya. Kalkulasinya, dari sewa tenda Rp 75 ribu per hari per lapak, dikali 100 tenda dikali 10 hari, ini bayaran yang disetor oleh pihak ketiga selaku pengelola tenda lapak yakni PT Wijaya Makmur kepada pihaknya,” kata Bujang.
Kendati demikian, diharapkannya, agar penataan lapak tersebut nantinya dapat diatur sedemikian rupa agar memiliki daya tarik dan terlihat tertib, demi kepuasan para wisatawan yang berkunjung menyaksikan pagelaran tabot tersebut, sebab bagaimana pun juga hal tersebut tentu akan mempengaruhi pendapatan dari masing-masing lapak.
“Kalau untuk titik-titik yang disewakan untuk lapak tabot itu sendiri, tidak berbeda dari tahun kemaren, paling tinggal penataannya saja yang perlu diperbaiki, tapi kita harap tenda tersebut dapat dimaksimalkan,” tambahnya. (805)