Pacific Partership 2018 : Bengkulu Tuan Rumah Kerjasama Antar Negara

RIO/Bengkulu Ekspress MENARI BERSAMA: Kasum TNI Laksamana Madya TNI Dr. Didit Herdiawan Ashaf bersama Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph Donovan menari melayu bersama para peserta upacara pembukaan Pacific Partnership 2018 di lapangan Kantor gubernur Bengkulu, Senin (2/4).
RIO/Bengkulu Ekspress MENARI BERSAMA: Kasum TNI Laksamana Madya TNI Dr. Didit Herdiawan Ashaf bersama Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph Donovan menari melayu bersama para peserta upacara pembukaan Pacific Partnership 2018 di lapangan Kantor gubernur Bengkulu, Senin (2/4).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Provinsi Bengkulu tahun ini dinobatkan sebagai tuan rumah kerjasama antar negara yang berada diwilayah lingkar Pasifik. Kerjasama antar negara itu dibungkus dalam kegiatan Pacific Partership 2018. Berbagai kegiatan kemanusian dilakukan, baik dari bantuan medis, tanggap bencana hingga tukar latihaan antar militer.

Duta Besar Amerika Serikat di Jakarta, Joseph R Donovan Jr mengatakan, dipilihnya Provinsi Bengkulu sebagai tuan rumah, lantaran Bengkulu berada pada wilayah rawan bencana. Baik bencana gempa bumi, stunami hingga bencana alam lainnya. “Untuk itu kita hadir di Bengkulu untuk kegiatan kemanusiaan,” ujar Donovan dalam konfrensi pers usai menggelar upacara pembukaan Pacific Partership 2018 di halaman Kantor Gubernur Bengkulu, kemarin (2/4).

Dalam kegiatan ini, setidaknya ada sekitar 800 orang personil militer dari berbagai negara. Mulai dari Negara Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, Prancis, Korea Selatan, Singapura, dan Jepang akan ikut ambil bagian.

“Mereka semua akan bekerja secara berdampingan dengan personil TNI dan para anggota komunitas lokal di Bengkulu untuk meningkatkan kapasitas, memperkuat kemitraan regional, dan mengembangkan kerjasama multilateral untuk kesiapsiagaan terhadap bencana,” paparnya.

Menurutnya, kegiatan serupa telah dilakukan 7 kali di Indonesia. Terakhir sebelum di Bengkulu telah sukses digelar di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2016 lalu. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga sukses di gelar di Provinsi rawan bencana lainnya, seperti Manado, Maluku Utara dan Kupang.

Donovan menjelaskan, kegiatan di Bengkulu sendiri akan digelar sampai tanggal 11 April mendatang. Tim yang tergabung dalam kegiatan ini juga telah menyiapkan berbegai tenaga medis, mulai dokter gigi, teknik sipil, dan dokter hewan. Para tim ini akan bermitra dengan para ahli dari Indonesia untuk melakukan kegiatan pertukaran kesehatan, simposium medis, dan pelatihan tanggap bencana. “Tujuan kami tidak lain untuk membantu pemerintah, militer, dan komunitas lokal dengan bermacam layanan yang akan memperkuat kemampuan mereka untuk bersiap siaga menghadapi bencana,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Staf Umum TNI, Laksamana Madya TNI Dr Didit Herdiawan Ashaf MPA MBA menjelaskan, kegiatan ini sebagai upaya mempererat kerjasama antar negara yang berada di wilayah pasifik. Berbagai latihaan antar TNI dan militer yang tergabung dari berbagai negara akan dilakukan, khususnya untuk kegiatan tanggap bencana. Sehingga ketika ada bencana, para masyarakat dan personil TNI mampu sigab dalam mengatasinya.

“Jadi kegiatan ini nantinya bisa saling berkesinambungan. Tidak hanya sekedar latihaan, tapi bisa berdampak baik kepada masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Didit juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu dan Amerika Serikat yang sudah bersedia menggelar kegiatan ini di Provinsi Bengkulu. Didit berpesan kepada semua jajaran TNI, untuk melaksanakan kegiatan ini dengan serius dan mendapatkan stadar opersi yang paripurna. Kemudian, mampu memanfaatkan latihaan ini untuk lebih tanggap dalam bencana. “Kita minta terus tingkatkan kerjasama dan terpenting perhatikan faktor keamanan, sebelum, saat dan sesudah latihaan,” tegasnya.

Disisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah mengatakan, kegiatan ini tentu tidak hanya sebatas kegiatan saja. Namun lebih akan bermanfaatkan untuk peningkatan ekonomi di Bengkulu dan peningkatan kultur masyarakat Bengkulu. Sehingga mampu mendorong percepatan pembangunan di Bengkulu, baik dari sisi infrastruktur, wisata dan budaya di Bengkulu. “Ini kesempatan baik untuk Bengkulu. Kita sambut dengan baik kegiatan ini,” pungkas Rohidin.

Dalam pembukaan Pacific Partership 2018 ini, ribuan kacamata untuk masyarakat penderita katarak dibagikan. Termasuk puluhaan kursi roda juga diberikan. Para perserta Pacific Partership telah menjalin kerjasama antar pemerintah dan non pemerintah, untuk peningkatan kapasitas tanggap bencana. (151)