Pacaran di Tempat Gelap Pasangan Remaja Dibina

remaja-putri-pacaran-di-pantai-pasar-bawah-malam-hari-small
NASEHATI: Pelajar berduaan di tempat sepi di Pantai Pasar Bawah Sabtu (19/11) malam diberi nasehat oleh angggota Polres BS agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.

PASAR MANNA, Bengkulu Ekspress – Sepertinya kepedulian para orang tua pada anak-anaknya yang masih remaja khususnya remaja putri di Bengkulu Selatan (BS) masih sangat rendah.

Buktinya, meskipun hari sudah malam, ada remaja putri masih berkeliaran. Bahkan ada yang ditemukan sedang bersama teman pria berlainan jenis di lokasi gelap dan sepi.

Hal itu terbukti dari hasil patroli anggota Polres BS yang menemukan  dua remaja putri sedang bersama teman prianya di Pantai Pasar Bawah.

“Saat kami patroli, kami menemukan dua pasang remaja diduga pacaran di Pantai Pasar Bawah,” kata Kapolres BS, AKBP Ordiva SIK melalui Kasat Shabara, AKP Subrozie Hawas.

Patroli tersebut digelar mulai pukul 21.45 WIB, pertama kali anggota mendatangi kawasan Stadion dan Gedung Olahraga (GOR) Padang Panjang. Di lokasi ini, mereka tidak menemukan orang yang mencurigakan.

Lalu patroli diarahkan ke Pantai Pasar Bawah. Ternyata di tepi pantai, polisi menemukan dua pasang remaja berlainan jenis sedang ngobrol. Kedua pasangan remaja ini diperkirakan masih pelajar SMA. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pera pelahjar itu disuruh pulang, setelah sebelumnya diberi nasehat.

“Kami hanya berikan nasehat saja, jika wanita berkeliaran di malam hari apa lagi bersama pria di tempat sepi rawan menjadi korban kriminalitas. Setelah itu mereka kami suruh pulang,” ujarnya.

Dengan adanya temuan pasangan remaja di tempat sepi ini, Subrozie mengimbau para orang tua khususnya yang memiliki anak usia remaja putri, agar melarang anak-anaknya keluar rumah di malam hari tanpa tujuan yang jelas.

Dikhawatirkan anak-anaknya itu akan ikut pergaulan bebas hingga ikut seks bebas dan pada akhirnya hamil di luar nikah. Sehingga menyebabkan mereka putus sekolah, karena malu pada teman-temannya. “Temuan ini semoga menjadi pelajaran bagi orang tua agar melarang anak – anak perempuannya keluar rumah malam hari tanpa tujuan yang jelas, jangan sampai baru sadar setelah anaknya hamil di luar nikah atau korban kriminalitas lainnya,” demikian Subrozie. (369)