OPS Lilin Nala 2017 Polda Kerahkan Semua Kendaraan Pengaman

RIO/Bengkulu Ekspress  SIAGA: Karo Ops Polda Bengkulu Kombes Pol R Slamet Santoso memeriksa peserta gelar pasukan dan peralatan Dit Sabhara Polda Bengkulu dalam rangka kesiapan ops Lilin Nala 2017 di Lapangan STQ Bengkulu, Rabu (20/12).
RIO/Bengkulu Ekspress SIAGA: Karo Ops Polda Bengkulu Kombes Pol R Slamet Santoso memeriksa peserta gelar pasukan dan peralatan Dit Sabhara Polda Bengkulu dalam rangka kesiapan ops Lilin Nala 2017 di Lapangan STQ Bengkulu, Rabu (20/12).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Operasi (OPS) Lilin Nala 2017 sebagai pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru dimulai. Ditandai dengan gelar pasukan STQ Kota Bengkulu, kemarin (20/12). Dalam operasi kali ini Polda Bengkulu melalui gabungan Dit Sabhara dan Pam Ovit, mengerahkan semua kendaraan pengamanan berjumlah 150 unit, baik kendaraan roda 2, roda 4 maupun roda 6, serta tim 9 atau anjing pelacak.

Sebelum melaksanakan OPS Lilin Nala 2017, Kapolda Bengkulu Brigjend Pol Drs Coki Manurung SH MHum yang diwakili Karo OPS Kombes Pol Selamet Santoso, memeriksa kesiapan semua pasukan, pemeriksaan kendaraan serta sarana dan prasarana pendukung dalam melaksanakan oprasi, sehingga dengan melakukan persiapan dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dalam menjalankan oprasi yang dapat menghambat kelancaran pengamana serta yang lainnya.
Dalam sampaiannya, Karo OPS Kombes Pol Selamet Santoso, meminta kepada personil Dit Sabhara dan Pam Ovit, untuk bisa

mengantisipasi 7 kemungkinan yang bisa terjadi seperti mengantisipasi para teroris yang mengancam para jamaah gereja ketika melaksanakan ibadah dan juga masyarakat yang sedang berwisata, Terlebih saat ini Indonesia bahkan dunia sedang menghadapi para pelaku teroris yang memanfaatkan segala hal yang dapat menimbulkan konflik yang harus diantisipasi. Selain itu, adanya oknum-oknum yang memanfaatkan kenaikan harga sembako, pengamanan kelancaran arus mudik dan balik masyarakat yang akan melaksanakanibadah maupun berwisata.

“Itu harus bisa kita antisipasi agar semua bisa lancar dan terkendali,” jelasnya, kemarin (20/12).

Selain itu, anggota yang sedang melaksanakan oprasi juga harus mengantisipasi konflik yang bisa terjadi, baik itu konflik antar agama maupun konflik sosial. Juga para anggota juga harus mengantisipasi terjadinya kriminalitas, terutama penyebab terjadinya kriminalitas yaitu miras dan narkoba. Dimana Miras dan Narkoba saat ini hampir semua kejahatan diawali dengan dua barang tersebut.

“Terakhir dalam OPS Lilin Nala 2017 ini, juga harus mengantisipasi berita hoax atau berita bohong yang beredar di media sosial,” tegasnya.

Pintu Masuk Pantai Panjang Satu Titik

Disisi lain, menjelang perayaan tahun baru 2018, Polres Bengkulu mengeluarkan rencana pengalihan arus lalu lintas di sepanjang Jalan Pariwisata Pantai Panjang. Karena sudah bisa dipastikan Pantai Panjang memancing kedatangan ribuan masyarakat Kota Bengkulu dan sekitarnya yang menik mati malam pergantian tahun baru tersebut . Mengurai kepadatan dan kemacetan arus lalu lintas, Polres Bengkulu hanya memberlakukan 1 pintu masuk menuju pantai panjang. Yakni hanya dari Simpang 4 Empang Wisata, Pasir Putih. Sementara untuk keluar diarahkan di sekitaran Simpang Ratu Samban, Simpang Dekranasda dan Sungai Hitam.

“Malam tahun baru seluruh jalan Pantai Panjang kita rekayasa. Kita memberlakukan pintu masuk ke Pantai Panjang hanya dari Pasir Putih,” jelas Kapolres Bengkulu AKBP Ady Savart Penataran Simanjuntak SH SIK melalui Kabag Ops Kompol Farouk Oktara SIK setelah melakukan rapat koordinasi pengamanan natal dan tahun baru di aula Polres Bengkulu, Rabu (20/12).

Jumlah personel Polres Bengkulu yang diturunkan mengamankan malam tahun baru di sekitaran Pantai Panjang sekitar 160 orang. Jumlah tersebut ditambah dari personel Brimob, TNI dan instansi terkait. Jika sepanjang ruas jalan Pantai Panjang, Tapak Paderi, Pantai Zakat sampai Sungai Hitam sudah padat jumlah personel akan ditambah. Bahkan pintu masuk di Pasir Putih akan ditutup.

“Jika sudah terlalu padat dan jalan masuk dan keluar akan kita tutup. Ada juga anggota yang melakukan patroli,” terang Kabag Ops.

Untuk pengamanan natal, Polres Bengkulu sudah memulai pengamanan sejak tanggal 8 Desember lalu. Ada sekitar 32 Gereja di wilayah hukum Polres Bengkulu. Setidaknya 3 sampai 4 personel standby menjaga keamanan serta kenyamanan umat nasrani beribadah menjelang Natal dan saat hari Natal nanti. (167)