Ongkos Haji Dipastikan Turun

JAKARTA, BE – Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2015 dipastikan turun. Adapun komponen yang membuat turunnya ongkos haji tahun ini diantaranya transportasi, pemondokan dan katering. Penetapan ongkos haji sendiri, akan ditetapkan Rabu (22/4) setelah Kementerian Agama (Kemenag) dan Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dijadwalkan melakukan finalisasi anggaran BPIH tahun 2015 dalam Panitia Kerja (Panja).
“Untuk angkanya, besok (Rabu, 22/4) diumumkan. Hanya saja, masih diintensifkan pembahasan BPIH antara Kemenag dengan Komisi VIII DPR,” ungkap Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Syaifuddin di gedung Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Senin (20/4).
Lukman menyatakan, intinya ada semangat yang sama, baik pemerintah dan Komisi VIII DPR untuk menurunkan ongkos haji tahun ini. “Untuk besaran ongkos haji berapa turunnya belum bisa diberitahukan. Tapi, ada beberapa komponen yang bisa menyebabkan ongkos haji bisa turun salah satunya penerbangan,” ungkap Lukman.
Ditambahkan Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji (PHU) Kemenag, Abdul Djamin, pihaknya sejauh ini belum bisa mengungkapkan berapa persen penurunannya?. “Untuk harga idealnya harus dikehendaki bersama (antara Kemenag dan DPR). Tapi, prinsipnya bahwa itu perlu diturunkan, memang menjadi komitmen dari kita dan Komisi VIII DPR,” kata dia.
Abdul Djamin mengaku, harga ongkos haji mengacu pada US$ (dollar Amerika). Dan tahun ini dipastikan harga BPIH bisa kurang dari tahun sebelumnya, yaitu dibawah kisaran US$ 3.000 – 3.200. “Untuk mencapai itu harus melalui proses dan proses itu yang masih terus berjalan,” tandas Mantan Dekan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang ini.
Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR, Saleh Partonan Daulay mengatakan, dalam rapat terakhir antara Kemenag dengan Komisi VIII DPR, mengenai ongkos BPIH tahun ini sebesar US$ 2.982. Melihat angka tersebut sudah turun dari tahun lalu dari harga BPIH, sekitar USS 218. “Tapi kita masih kejar lagi harga penurunan BPIH, karena targenya kita sekitar US$ 2.670 – 2.700,” ungkapnya.
Anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengharapkan, harga BPIH tahun ini dapat turun sekitar US$ 500 dollar lebih dan penururan tersebut seperampat dari harga penerbangan haji tahun lalu sebesar US$ 2.000. “Bahwa kita serius menurunkan BPIH karena adan beberapa komponen yang mempengaruhi turunnya salah satunya penerbangan,” tegasnya.
Namun, Saleh menyatakan, masih ada beberapa item penting yang masih dicari titik temu antara Komisi VIII DPR dengan Kemenag, misalnya masalah penerbangan yaitu PT. Garuda mengenai pesawat agar bisa diturunkan harga penerbangan ibadah haji tahun ini. “Kita bermohon kepada pemerintah dengan PT. Garuda bisa berbicara serius, untuk mengadvokasi biaya jamaah haji bisa diturunkan,” ujarnya.
Terkait masalah pemondokan haji tahun ini, Saleh mengaku, Komisi VIII sudah merekomendasikan kepada Kemenag sebaiknya mencari pemondokan yang dekat dengan markaziyah dan dibuat skala prioritas untuk didahulukan. “Bila mereka (Kemenag) mengikuti itu, Insha Allah tidak masalah,” tuturnya. (wmc)