Olahraga Tradisional Wajib Dilestarikan, 25 Provinsi Ikut Kompetisi

RIO/Bengkulu Ekspress BUKA: Plt Gubernur Bengkulu bersama Sekretaris Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI Bambang Laksono membuka Pekan Olahraga Tradisional Nasional 2017 di lapangan Sport Centre Pantai Panjang, Selasa (10/9).
RIO/Bengkulu Ekspress BUKA: Plt Gubernur Bengkulu bersama Sekretaris Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI Bambang Laksono membuka Pekan Olahraga Tradisional Nasional 2017 di lapangan Sport Centre Pantai Panjang, Selasa (10/9).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pekan Olahraga Tradisional tingkat Nasional ke-V resmi dibuka kemarin (10/10) di Lapangan Sport Center Pantai Panjang Bengkulu. Pembukaan langsung dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah MMA bersama Sekretaris Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Drs Bambang Laksono itu disambut meriah oleh para peserta kontingen dari 25 provinsi yang hadir di Provinsi Bengkulu.

Sekretaris Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI, Drs Bambang Laksono mengatakan empat cabang olahraga (cabor) yang digelar, diantarnya terompa panjang, engrang, sumpit dan hadang itu sengaja dilakukan untuk mempertahankan permainan tradisional.

Olahraga yang saat ini bersifat untuk melestarikan budaya itu, nantinya akan dikembangkan menjadi olahraga prestasi. “Kita harap olahraga ini nantinya bisa jadi ajang olahraga prestasi. Seperti pencak silat, takraw dan olahraga lainnya,” terang Bambang dalam sambutan pembukaan Pekan Olahraga Tradisional tingkat Nasional ke-V, kemarin (10/10).

Dijelaskannya, untuk pengembangan olahraga ini tentunya harus diawali dari masyarakat daerah. Masyarakat diminta untuk terus mengebangkan dan melestariakan budaya melalui permainan olahraga.

“Mari kita ajak masyarakat untuk terus mengembangkan permainan tradisional,” tambahnya.

Peserta kontingen yang hadir sekitar 500 orang berserta pelatih itu, harus dijadikan apresiasi untuk Bengkulu yang telah siap menjadi tuan rumah penyelenggara. Bambang menegaskan, tidak hanya event ini saja, Bengkulu juga harus siap menggelar event olahraga lain yang bersifat nasional.

“Tidak hanya pekan olahraga nasional, event besar lain juga dapat digelar di Bengkulu. Kita akan dorong terus,” papar Bambang.

Sementara itu, Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan olahraga tradisional yang digelar tidak hanya fisik saja, tapi ada pesan moral yang didapatkan dari event ini. Sebab olahraga ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki keberagaman, yang dibalut dengan persudaraan dan persatuan.

“Jadi event ini lebih dititik beratkan untuk membangun kebersamaan. Pesan moral membanguan persudaraan, hiburan dan keberagamaan itu membuat Indonesia jaya Bengkulu jaya,” ungkap Rohidin.

Rohidin menambahkan Bengkulu yang telah menjadi tuan rumah ini akan dijadikan pelanjaran penting. Karena Tahun 2019, Bengkulu juga akan kembali menggelar event nasional dalam bentuk Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) se-Sumatara. Tentunya event ini juga sebagai bentuk persiapan, bahwa Bengkulu siap untuk jadi tuan rumah event nasional. “Ini juga sebagai bentuk persiapan kita menyambut Porwil 2019 nanti. Jadi akan kita siapkan lebih matang lagi,” terangnya.

Tak hanya itu, event-event yang digelar di Bengkulu juga sebagai bentuk menyambut wonderful 2020. Karena dengan adanya event itu, wisatawan dari luar provinsi akan datang ke Bengkulu. Dengan demikian, Bengkulu akan dijadikan destinasi wisata baik untuk dalam negari maupun luar negeri.

“Yang sudah datang ke Bengkulu jangan lupa berkunjung daerah wisata yang ada di Bengkulu. Saya juga minta para peserta yang berlaga untuk bertanding secara sportif,” tegas Rohidin.

Disisi lain, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu, H Meri Sasdi MPd mengatakan selain 4 cabor olahraga tradisional, ada cabor surving yang juga ikut digelar. Cabor surving ini diikuti dari 7 provinsi, yaitu Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Medan, Bali, Lampung dan Bengkulu. Pesertanya mencapai 50 orang termasuk dengan pelatih.

“Olahraga surving juga kita gelar. Kita harap event ini mampu mempererat persatuan dan motifasi masyarakat gemar berolahraga. Tentunya langkah ini sebagai media menyongsong wonderful Bengkulu 2020,” pungkas Meri.
Dalam pembukaan pekan olahraga tradisional tingkat nasional itu, dimerahkan dengan pertujukan kesenian barong landong. Kesenian itupun diikuti tarian para peserta cabor dan diiringi lagu budaya lembak. Tak hanya itu saja, tabuhan puluhaan dol semakin memeriahkan para pembukaan. Semua peserta yang hadir, pun disambut dengan semangat untuk ikut berlaga. (151)