Nasdem Ancam Pecat Kader

nasdem
BENGKULU, BE – Partai Nasional Demokrat (Nasdem) bakal memecat kadernya yang ada di Kabupaten Bengkulu Tenggah (Benteng) yang tidak mendukung keputusan partai mengusung Ferry Ramli-Septi Peryadi sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Tengah.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Provinsi Bengkulu, Dedi Ermasyah SE mengatakan, penekanan dukungan ini terus dilakukan kepada semua kader.

“Saya kira tidak ada yang main dua kaki, dan kalau ada kita pecat langsung,” tegas Dedi, kemarin.

Dikatakannya, penekanan kepada kader ini wajar dilakukan. Mengingat calon Wakil Bupati, Septi Peryadi merupakan mantan anggota DPRD Benteng dari Partai Nasdem.

“Wakilnya kan dari Nasdem. Masa iya ngak mau mendukung. Itu keterlaluan namanya,” ungkapnya.

Tak hanya itu, memilih Ferry Ramli sebagai calon Bupati juga disepakati secara bersama-sama. Baik dari tingkat DPD, DPW hingga ke tingkat DPP. Artinya komitmen untuk memenangkan Duo Ferry menjadi landasan penting untuk mendulang suara pada 15 Februari 2017 mendatang.

“Ini komitmen kita bersama. Suka tidak suka, senang tidak senang keputusan partai harus dipatuhi,” tambah Dedi.
Tak hanya strategi kemenangan untuk Pilkada Benteng, Dedi juga mengatakan Nasdem juga tengah menyiapkan calon yang akan diusung pada Pemilihan Walikota (Pilwakot) Bengkulu 2018 mendatang.

Cara awal dilakukan dengan melakukan survei kepada calon yang berpotensi untuk maju dan mendapatkan simpati dari masyarakat.

“Pilwakot tidak kita lupakan. Kita tengah melakukan survei awal terlebih dahulu untuk pemetaan calon,” katanya.

Langkah survei merupakan hal yang wajib dilakukan oleh partai untuk menilai calon yang akan di usung. Jika dalam survei, elektabilitas, kualitas serta simpati masyarat tinggi, maka calon itulah yang bakal diusung dalam Pilwakota 2018 mendatang.

“Yang melakukan survei tidak asal-asalan kita lakukan. Jadi penilaiannya riil dari masyarakat,” terang Dedi.
Untuk sementara ini, lanjutnya, Nasdem belum melihat siapa calon yang kuat untuk maju Pilwakot. Namun tidak menutup kemungkinan calon yang akan diusung merupakan kader sendiri. Tapi jika kader sendiri nantinya tidak memenuhi kemungkin untuk maju, Nasdem juga mendorong calon diluar kader Nasdem.

“Evaluasi terus kita lakukan. Karena untuk menentukan calon yang akan diusung tidak hanya bisa dilihat dari hasil survei. Sebab, banyak terjadi hasil survei bagus tapi saat pelaksanaan hasilnya tidak. Jadi, strategi-strategi politik lain juga kita gunakan,” tandasnya. (151)