MoU Jalan Batu Bara Diteken Desember

Edy Hermansyah
Foto : Edy Hermansyah SSi MSc PhD

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) membuktikan keseriusannya membangun jalan khusus batu bara di Kabupaten Benteng.

Asisten II Setda Pemkab Benteng, Edy Hermansyah SSi MSc PhD menjelaskan, sejauh ini pihaknya telah melakukan survei terhadap jalan tersebut  untuk menentukan alur jalan yang akan dibangun. Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan draft memorandum of understanding (MoU) antara Pemda Benteng dengan Asosiasi Pengusaha Batu Bara (APBB) terkait pembangunan jalan tersebut.

“Saat ini draft MoU jalan khsusu batu bara sedang disiapkan. Ditargetkan, sebelum akhir tahun 2016 sudah tuntas,” jelas Edy ditemui BE, kemarin (14/11).

Menurut Edy, setelah terbentuknya MoU, nanti Pemkab Benteng melalui Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKSD) yang diketuai langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Benteng, Muzakir Hamidi SSos akan kembali melakukan pemanggilan terhadap pihak APBB untuk membahas pembentukan perjanjian kerjasama (PKS).

Dalam TKS inilah nantinya rincian kerjasama akan dituangkan secara rinci. Seperti rincian dana, waktu atau tempo pengerjaan hingga hak dan tanggung jawab masing-masing.

“Sebelum dibentuk TKS, tim akan mekakukan uji kelayakan terlebih dahulu terhadap rencana pembentukan jalan khusus batubara itu. Uji kelayakan ini bisa tuntas dalam tempo 1 bulan,” tandas Edi.

Masih  dijelaskan Edi, pembuatan TKS juga tak bisa dilakukan secara sembarangan, melainkan harus mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Benteng.

Sesuai dengan perencanaanya, kata Edi, jalan tersebut akan dibangun sepanjang 17 km. Dimulai dari jalan khusus milik perusahaan batu bara dari simpang perusahaan Danau Mas Hitam (DMH) menuju Desa Kota Niur Kecamatan Taba Penanjung (10 km). Selanjutnya diteruskan di ruas jalan milik Pemkab Benteng dari Desa Kota Niur Kecamatan Taba Penanjung menuju Desa Taba Lagan, Kecamatan Talang Empat (7 km).

Melihat status kepemilikan jalan, Edi memastikan bahwa pembuatan jalan tidak akan dibebankan sepenuhnya kepada asosiasi batubara.

“Dari analisa sementara, pembangunan jalan khusus ini setidaknya membutuhkan dana sekitar Rp 70 miliar,” pungkasnya.(135)