Mobnas Puskesling Dibawa Pulang Kepala Puskesmas Diprotes

protes-mobil-puskesmas-kabupatenbengkulu-tengah-small
Bakti/Bengkulu Ekspress. PROTES : Kadun I Desa Semidang, Jumli saat menunjukkan Kantor Puskesmas Karang Nanding yang tidak ada mobnas Puskesling karena tersebut selalu dibawa pulang oleh Kepala Puskesmas, Meki Riswandi

SEMIDANG, Bengkulu Ekspress – Prilaku Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Karang Nanding, Meki Riswandi SKM menuai protes masyarakat. Betapa tidak, mobil dinas (mobnas) Pukesmas Keliling (Pusling) yang sejatinya diperuntukan bagi masyarakat tidak pernah menetap di Puskesmas yang berlokasi di Dusun I, Desa Semidang, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) tersebut.

Sejak menjabat sekitar 6 lalu, Meki selalu membawa pulang Mobnas tersebut dan menggunakan kendaraan itu layaknya kendaraan pribadi miliknya.

Geram melihat hal tersebut, para perangkat desa dan warga sekitar pun mulai bergejolak dan protes. Tak menuntut banyak, warga hanya meminta agar Kepala Puskesmas berbesar hati dan menempatkan mobnas tersebut di Puskesmas sehingga siap untuk melayani masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis, terutama dalam keadaan darurat dan mendesak.

“Tak bisa dipungkiri, selama ini mobnas Puskesling memang tak pernah ditinggalkan di desa. Mobil tersebut selalu dibawa pulang oleh Kepala Puskesmas sebagai kendaraan operasionalnya. Kami hanya ingin agar kendaraan ber-plat merah tersebut disiagakan untuk melayani masyarakat yang sewaktu-waktu membutuhkan pertolongan medis,” kata Jumli, Kepala Dusun (Kadun) I Desa Semidang didampingi para perangkat desa.

Diungkapkan Jumli, akibat idak ada mobil puskesling tersebut, warga terpaksa menggunakan kendaraan pribadi milik warga setempat jika ada warga yang membutuhkan pertolongan diluar jam kerja para pegawai puskesmas.

“Belum lama ini sempat terjadi aksi pembacokan di desa kami yang mengakibatkan warga kami terluka parah dan banyak mengeluarkan banyak darah. Tanpa mobnas puskesling, kami terpaksa menggunakan kendaran pribadi milik Kepala Desa (Kades), Hamdani demi untuk menyelamatkan warga yang tengah kritis tersebut. Jika ada Mobnas Puskesling, kami yakin pertolongan pertama bisa lebih dimaksimalkan,” tambahnya.

Salah satu staf Puskesmas itu tak menampik apa yang dilakukan oleh Kepala Puskesmas Karang Nanding. Padahal, sesuai dengan aturan, mobnas Puskesmas harus berada di wilayah pelayanan Puskesmas selama 24 jam.

Untuk diketahui, Puskesmas Karang Nanding saat ini memiliki 6 desa yang merupakan wilayah pelayanannya, yakni Desa Gajah Mati, Semidang, Karang Nanding, Padang Siring, Karang Nanding, Pagar Gunung dan Desa Siring.

“Sampai hari ini (kemarin,red), mobnas Puskesling masih dibawa oleh Kepala Puskesmas. Padahal, Mobil tersebut digunakan untuk melayani masyarakat di 6 desa ini,” kata salah satu staf Puskesmas yang tak ingin disebutkan namanya.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Puskesmas Karang Nanding, Meki Riswandi tak menampik adanya hal tersebut.

Kendati demikian, dengan emosi ia mengaku bahwa hal tersebut dilakukan setelah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Benteng.

“Tak usah kamu (wartawan,red) banyak omong ya. Tanya saja dengan Dinkes kenapa boleh dibawa pulang,” ucapnya dengan nada tinggi.(135)