MMD Initiative Bagikan Beasiswa Keterampilan

Santri dari MMD

BENGKULU, bengkuluekspress.com –  Untuk mengurangi angka pengangguran di wilayah Bengkulu, lembaga MMD Initiative bersama 3 PCNU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) ikut berpartisipasi aktif dengan mengirimkan calon-calon tenaga terampil ke balai pelatihan di Jakarta.

“Insyaallah dalam kesempatan ini ada 6 orang yang berasal dari 3 Kabupaten yaitu Lebong, Mukomuko, Seluma yang kita kirim ke Jakarta untuk dididik menjadi tenaga terampil agar bisa menciptakan lapangan kerja baru,’’ ujar Mabroer MS, deputy Direktur Eksekutif MMD Initiative, seusai melepas keberangkatan 6 remaja di Bengkulu, Kamis (21/10/2015).

Ketua PCNU Lebong Drs Arif Azizy mengaku sangat senang dan menyambut antusias atas inisiatif MMD yang membuka akses pendidikan ketrampilan.

“Terus terang, ini merupakan terobosan yang patut kita dukung dan ada baiknya kalau semua pihak juga memberikan perhatian yang sama terhadap program seperti ini. Dari kerjasama ini saya justru menunggu pemerintah di Bengkulu agar mulai memikirkan cara-cara pendidikan ketrampilan yang bisa menggabungkan pendidikan ketrampilan sekaligus pendidikan keagamaan,’’ ujar Azizy.

Program penyediaan tenaga terampil ini, kata Mabroer, merupakan hasil kerjasama MMD Initiative dengan Yayasan Tebar Iman, Ciputat ,Tangerang Selatan. Diantara program yang ditawarkan adalah ketrampilan jahit menjahit, Teknologi Informasi, Bengkel Las, Montir Motor, dan Tata Boga. Untuk mengoptimalkan kemampuan dan skill peserta, para calon tenaga terampil ini akan dididik secara intentif selama 7 bulan penuh.

“Siang kursus ketrampilan, malamnya diisi pendidikan keagamaan. Harapannya, mereka jadi santri yang punya bekal ketrampilan,’’ tandasnya.

Dalam kesempatan pemberangkatan tersebut, mantan wartawan Republika itu juga mengakui bahwa untuk mendapatkan 6 orang remaja yang siap dididik secara khusus selama 7 bulan itu tidak mudah. Oleh karena itu, pihaknya telah membentuk tim kecil yang dikoordinir oleh PCNU masing-masing di setiap Kabupaten di Bengkulu untuk melakukan seleksi terhadap remaja-remaja lulusan setingkat SMU yang tidak bisa melanjutkan kuliah karena berbagai alasan. Dari situlah, kemudian terjaring 6 orang calon peserta training yang akan disiapkan secara khusus agar menjadi tenaga terampil yang siap membuka lapangan pekerjaan baru di daerahnya masing-masing.

Untuk memaksimalkan program penyedia tenaga terampil tersebut, MMD Initiative berharap ada kerja sama dengan pemerintah agar daya jangkau program ini bisa lebih luas dan lebih merata. “Saya kira, program ini patut dipertimbangkan oleh Pemda di Bengkulu, termasuk Pemkab maupun Pemkot agar orientasi pembangunan itu bukan hanya fisik, tapi peningkatan kualitas SDM sehingga obsesi masyarakat tidak hanya ingin jadi PNS, tapi sudah berorientasi ke intrepreneurship,” ungkapnya.

Dengan keterlibatan pemerintah, menurut Mabroer, maka secara perlahan akan semakin banyak jumlah remaja dan pemuda Bengkulu ini yang berorientasi untuk menjadi penyedia lapangan kerja, bukan pencari kerja. Oleh karena itu, MMDI merasa yakin bahwa kalau ada optimalisasi partisipasi seluruh pihak untuk menyiapkan tenaga-tenaga terampil, maka masa depan Bengkulu akan lebih menjanjikan karena telah lahir generasi muda yang kreatif dan produktif.

Kendati demikian, MMDI juga mengakui bahwa program ini masih sangat terbatas daya serapnya karena hanya mengandalkan bantuan dan derma masyarakat. Namun, pola pendidikan yang dikelola oleh Yayasan Tebar Iman ini layak dikembangkan di berbagai daerah, termasuk di kawasan Sumatra.

“Dengan cara itu, Insyaallah makin banyak remaja dan pemuda yang bisa disiapkan untuk menjadi calon-calon pengusaha muda di daerahnya masing-masing. Dengan begitu, mental pengusaha tidak hanya tumbuh di perkotaan , tapi juga di daerah-daerah yang jauh dari pusat bisnis, termasuk Bengkulu maupun daerah lain,” tambahnya. (Rls)