Miris, Cuma 1 Alat Fogging Berfungsi

1

TAIS, BE – Miris, ditengah kasus demam berdarah (DBD) di Seluma sedang banyak-banyaknya. Justru pemberantasan sumber penyakit demam berdarah dangue (DBD) dengan fogging tak bisa dilaksanakan maksimal. Pasalnya, dari empat alat yang dimiliki cuma satu alat fogging saja yang bisa berfungsi dengan baik dan digunakan. Selebihnya dalam kondisi rusak.

“Dari empat alat yang kita miliki hanya satu alat saja bisa dioprasionalkan dan masih bagus, sedangkan 3 lainnya sudah rusak,” keluh Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Ahmad Tavip, SIP melalui Kasi Pengendalian penyakit Fahrozan pada BE kemarin (24/2).

Kekurangan alat fogging ini diketahui saat kasus DBD di bulan Januari sudah mencapai 40 penderita DBD. Sedangkan di bulan Februari ini sebanyak 19 orang penderita DBD.

Saat ada warga melaporkan ada keluarganya terjangkit DBD, fogging tak bisa dilakukan maksimal. Untuk melakukan pencegahan, dalam waktu dekat kecamatan yang lainnya juga akan dilakukan fogging untuk membasmi nyamuk yang menularkan virus DBD.

“Kita melakukan pengasapan ini setelah diminta oleh kelurga. Ini dilakukan untuk pencegahan agar tidak berkembang biak. Terutama di lingkungan terjangkit DBD.” Paparnya.

Disampaikan, hingga kemarin tercatat sudah 40 daerah yang tersebar di Kecamatan Sukaraja, Air Periukan, Lubuk Sandi, Seluma Barat, dan Kecamatan Talo. Sehingga Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma hingga kemarin pagi melakukan fogging (pengasapan) untuk membasmi nyamuk penyebab penyakit DBD di 40 lokasi tersebut.

“Pagi ini kami baru saja melakukan foging di kawasan Air Periukan, tapi alat fogging yang kami miliki hanya satu yang bisa digunakan,” tegasnya.

Masyarakat di Kabupaten Seluma diimbau untuk melakukan kebersihan lingkungan mereka. Karena nyamuk pembawa virus DBD ini berkembang karena banyaknya sampah serta genangan air. Sehingga masyarakat harus membersihkaan secara rutin daerah disekitar mereka.

“Cukup dengan melakukan 3 M Menutup Air, Menguras dan Menimbun. Serta ikut menjaga lingkungan.”singkatnya. (333)