Miras dan Prostitusi Meresahkan

mabuk_minuman_keras

TAIS, BE – Saat ini masyarakat Seluma diresahkan dengan banyaknya peredaran minuman keras dan aksi prostitusi, yang diduga terjadi di kawasan Simpang Enam, Kota Tais. Kawasan itu menjadi lokasi transaksi antara pekerja seks komersil (PSK) dengan pria hidung belang.

Terkait masalah itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Seluma (Pemkab) Seluma, kemarin(23/11) melakukan rapat koordinasi (rakor) membahas pemberantasannya. Rakor itu dihadiri Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Berama (FKUB) H Darsono MPd, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Drs H Rusyikin, serta dari Polres Seluma dihadiri Kasat Sabhara AKP Syafrizal. Pertemuan itu langsung dipimpin oleh sekda Seluma Irihadi Msi.

“Ini sudah bukan rahasia umum lagi di kawasan kebanggaan seluma dijadikan tempat transaksi maksiat,” tegas Ketua FKUB Darsono dalam rapat.

Aksi prostitusi di kawasan Simpang Enam itu wanita penghiburnya diduga datang dari Kota Bengkulu. Mereka bukan dari wilayah Kabupaten Seluma. Karena terkadang mereka terlihat berhenti di kawasan dekat jembatan timbang di Kelurahan Dusun Baru. Kemudian ada kendaraan yang sengaja menjemputnya dan membawanya ke Simpang Enam.

“Setelah mereka transaksi dan sepakat, kemudian mereka menjadikan rumah atau perkantoran kosong untuk berbuat maksiat. Mengenai hal ini sudah banyak laporan dari pemuda serta masyarakat sekitar,” tegasnya.

Adanya praktik prostitusi itu juga disampaikan Nasrun (60), warga Desa Dusun Baru Kecamatan Ilir Talo. Nasrun mengatakan, saat ini masih ada kafe remang-remang yang masih beroperasi. Bahkan dirinya melihat langsung minuman jenis tuak sebanyak 12 jerigen setiap harinya masuk ke Desa Dusun Baru. Minuman jenis tuak ini dikonsumsi oleh para pengunjung kafe yang datang bersama dengan PSK.
Kalau di kafe di Desa Dusun Baru setiap hari pukul 15.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB belasan wanita datang. Mereka datang dari luar. Kemudian langsung mangkal di kafe yang masih beroperasi.

“Saat ini masyarakat sudah resah. Karena aktivitas prostitusi masih saja marak,” tegas Nasrun.

Banyaknya keluhan peserta saat rakor itu disikapi Sekda Iriadi. Sekda mengatakan, masalah penyakit masyarakat ini memang tugas bersama menindaknya. Ia yakin aksi prostitusi dan peredaran miras itu bisa ditekan dan hilang dari wolayah Kabupaten Seluma. Dengan mengedepankan Peraturan Daerah Ketertiban, serta memberantas keberdaan miras di seumlah penjualnya.

“Perda kita kedepankan, namun terlebih dahulu kita menjalin kerjasama dengan kepolisian serta seluruh pihak,” bebernya.

Kapolres Seluma AKBP Raden Tri Wahyu Budiyanto SIK didampingi Kepala Bagian Operasi Kompol Sugeng HP dan Kasat Sabhara AKP Syafrizal yang ikut rapat menegaskan, jajaran Polres Seluma siap membantu pengamanan proses pembongkaran warem dan kafer remang-remang bersama dengan Satpol PP. Karena selama ini Polres Seluma juga sudah memback up proses pembongkaran sejumlah kafe di Kabupaten Seluma.

“Kita selalu siap mendampingi termasuk menetertibkan pedagang miras maupun warem,” tegasnya. (333)