Mesin Triplek Kepahiang Bakal Disita Kejati

In Kepahiang Ekspress, Kriminal

BENGKULU, BE – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, terus menggeber pengusutan dugaan korupsi pengadaan 2 unit mesin pembuat triplek di Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kepahiang Tahun 2012 lalu. Dalam waktu dekat, kemungkinan Tim Penyidik Kejati menyita mesin triplek bermasalah itu, untuk dijadikan barang bukti.

Kajati Chaniffudin SH MH melalui Kasi Penyidikkan Douglas P Nainggolan SH MH pun tidak menampik adanya rencana penyitaan mesin triplek tersebut. Namun Douglas belum mau mengungkapkan kapan waktu penyitaan tersebut.
Disisi lain, kemarin Penyidik Kejari memeriksa seorang saksi lagi. Yaitu Panitia Pemeriksa Barang saat proyek berjalan, Amir Hamzah.
”Ya benar hari kita memeriksa saksi panita pemeriksa barang,” jelasnya.
Namun menurut saksi dirinya tidak mengetahui perihal pembelian barang tersebut. Sebab sewaktu barang itu sampai dirinya tengah melaksanakan atau mengikuti diklat.
“Saya tahu, jika saya panita pemeriksa barang, tetapi saat barang itu tiba di Kepahiang saya tengah mengikuti diklat,” jelasnya usai diperiksa kemarin.
Mesin itu didatangkan sejak Bulan September tahun lalu, namun hingga sekarang belum diketahui dimana kebaradaannya. Para saksi yang diperiksa ada yang mengungkapkan pada penyidik mesin tersebut berada di Desa Bermani Ilir. Informasi yang berhasil dihimpun jurnalis 2 unit mesin tersebut belum dapat dioperasikan atau digunakan. Karena tidak ada orang yang dapat menjalankan atau mengoperasikan mesin itu.(**)

You may also read!

DPRD Rejang Lebong Didatangi DPRD Sawahlunto Sumbar

CURUP, bengkuluekspress.com – Awal tahun 2017 ini, DPRD Rejang Lebong (RL), kembali menjadi tujuan DPRD kabupaten lain, dalam rangka

Read More...

Belum Dilantik, Trump Sudah Kritik Jerman

jpnn.com -Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump mengkritik kebijakan Kanselir Jerman Angela Merkel dalam sebuah wawancaranya dengan media Inggris

Read More...

Suami Tak Ikut Pemilu, Tak Dapat Seks dari Istri!

jpnn.com -Sebuah gagasan unik muncul untuk mengantisipasi rendahnya partisipasi pemilihan umum (pemilu). Di Kenya, seorang anggota parlemen Mishi Mboko

Read More...

Mobile Sliding Menu