Mengunjungi Air Terjun 7 Tingkat Di Desa Talang Tinggi, Ulu Manna

Butuh Perhatian, Potensi Wisata yang Indah

air-terjun-7-tingkat-ulu-manna

BENGKULU Selatan (BS) memiliki potensi wisata yang tidak kalah indahnya dengan daerah lain. Salah satunya Air Terjun 7 Tingkat di Desa Talang Tinggi, Ulu Manna. Namun sayang belum ada akses jalan menuju ke lokasi, sehingga belum banyak diketahui wisatawan.

Asrianto – Bengkulu Selatan

Air Terjun 7 tingkat ini sebenarnya lokasinya sangat dekat dengan jalan raya. Dari Kota Bengkulu untuk menuju lokasi air terjun, membutuhkan waktu tempuh 4 jam. Sedangkan dari Kota Manna membutuhkan waktu 1 jam.

Adapun kendaraan harus berhenti di pinggir jalan raya ketika memasuki Desa Talang Tinggi. Kemudian pengunjung harus berjalan kaki menuruni bebatuan, sebab lokasinya sangat curam.

“Kalau mau ke lokasi harus jalan kaki, namun harus ekstra waspada, waktu tempuh dari pinggir jalan raya hanya 10 menit,” kata Wakil Bupati BS, Gusnan Mulyadi SE MM yang mengaku sudah pernah mendatanginya.

Jalanan utama menuju lokasi sangat terjal, hanya orang-orang yang berjiwa petualang yang bisa melewatinya. Namun bagi anda yang takut, masih ada jalan lain yang lebih muda, jarak tempuhnya kisaran 15 sampai 20 menit.

Kesulitan menuju lokasi, dibayar mahal dengan pemandangan dan suasana sejuk di sekitar air terjun yang masih dikelilingi hutan sekunder. Jadi kita tidak akan merasa rugi pergi ke sana. “Kalau sudah tiba, rasa takut dan cemas langsung hilang karena pemandangannya yang sangat indah,” ujarnya. “Ditambah lagi, suara kicauan burung menambah indahnya suasana,” kata Gusnan.

Namun Gusnan khawatir kelangsungan air terjun itu. Sebab di bagian hulu air terjun sudah ditanami warga dengan kelapa sawit. Tidak hanya itu, perkebunan kopi warga sudah sangat luas, sehingga warga sering membuang sampah ke saluran air tersebut. Dengan banyaknya kebun sawit, dikhawatirkan akan mengurangi debit air terjun itu sendiri.

“Saya khawatir beberapa tahun ke depan air terjun akan terancam hilang, lantaran di bagian hulu, kebun sawit warga semakin luas,” imbuhnya.

Gusnan sangat mengharapkan perhatian dan dukungan warga agar ke depan tidak membuka lahan untuk djadikan kebun sawit. Pasalnya, lokasi air terjun sangat dekat dengan pemukiman. Jika diolah dengan baik, dipastikan pengunjungnya akan semakin ramai.

Selain itu juga, Gusnan akan berupaya mengusulkan dibangun akses jalan dan fasilitas pendukung lainnya di sekitar air terjun, sehingga menjadi obyek wisata unggulan di BS.

“Kedepan saya akan ajak masyarakat menjaga kelestarian air terjun ini, sebab sangat sayang jika dibiarkan rusak, pasalnya sangat indah dan airnya juga bersih, kami juga akan upayakan membuka akses jalan dan membangun pasilitas pendukung, agar ke depan juga bisa menjadi obyek wisata unggulan di BS,” tutup Gusnan. (***)