Mengenang Haryadi Darmawan, Wartawan Radar Utara yang Meninggal di Sumur Maut

IST/Bengkulu Ekspress Tampak almarhum Haryadi Darmawan, saat menjalankan tugas sebagai wartawan Radar Utara. Ada juga foto istri dan 2 anaknya.
IST/Bengkulu Ekspress Tampak almarhum Haryadi Darmawan, saat menjalankan tugas sebagai wartawan Radar Utara. Ada juga foto istri dan 2 anaknya.

Dikenal Baik dan Ramah, Selalu Punya Target Diselesaikan

Sejak 5 tahun terakhir Haryadi Darmawan tercatat sebagai wartawan di Surat Kabar Harian Radar Utara (RU). Selama menekuni karier, korban menunjukkan kemampuan yang cukup baik.

Julian Syafri, ARGA MAKMUR

Lulusan Sarjana Hukum (S1) membuat korban dipercaya menempati posisi sebagai wartawan kriminal untuk wilayah kerja Polres, Kejari dan Pengadilan Negeri (PN) Arga Makmur.

Lantaran dianggap berhasil menjalankan tugas diposisi itu, kemudian korban mendapatkan penempatan tugas yang baru untuk wilayah Kabupaten Lebong sejak Januari 2016 lalu. Di tempat yang baru pun, ia kembali menunjukkan dedikasi dan loyalitas yang bagus untuk kemajuan perusahaan. ‘’Kami dari keluarga besar Radar Utara sangat merasa kehilangan atas kepergian almarhum. Kami turut berduka yang sangat dalam atas kepergian almarhum ini. Semoga almarhun meninggal dalam keadaan ,’’ ujar General Manager (GM) Radar Utara, Drs H Warsiman kepada Bengkulu Ekspress (BE), kemarin (6/8).

Tak hanya itu, disamping pembuatan berita yang dinilai cukup baik, di bagian iklan dan pengembangan koran untuk Kabupaten Lebong, korban juga mendapat penilaian yang baik di mata GM Radar Utara. Bahkan atas prestasi ini, jabatan baru di kantor RU telah menanti korban.

‘’Untuk duduk di Mabes (Markas Besar, red) RU perlu di tempah dan dilatih dibeberapa t empat. Jadi dengan prestasi yang diperoleh, peluang mendapatkan posisi di kantor cukup besar,’’ ungkap Warsiman.

Disamping itu, korban juga merupakan pekerja keras dan mempunyai target dalam bekerja. Apalagi seluruh tugas kantor yang diberikan dapat diselesaikan dengan baik oleh korban.

“Beritanya bagus, iklan dan lainnya juga bagus. Memang orangnya pekerja keras dan punya target dalam bekerja. Bahkan untuk mewujudkan impian memiliki rumah, baru-baru ini almarhum meminta surat keterangan dari saya untuk membeli perumahan,’’ terangnya.

Manager Sirkulasi Radar Utara, Abdul Gafur juga menjelaskan hal yang sama. Korban dikenal mudah bergaul dan suka bercanda. Sehingga tak heran jika korban banyak memiliki teman.

“Orangnya nurut, ditempatkan dimana saja sesuai bidangnya, tugas yang diberikan selalu dikerjakan dengan baik. Almarhum juga paling suka lagu dangdut,’’ kenang Gafur.

Almarhum memang sudah lama mempunyai impian ingin memiliki rumah sendiri. Sehingga korban sangat termotivasi dalam bekerja untuk dapat membeli rumah tersebut. Dan akhirnya korban dapat membeli rumah di Perumahan Seruni Villa Perdana Jalan Pada Karya Desa Karang II Kecamatan Kota Arga Makmur. Tempat itu juga menjadi tempat peristirahatan terakhir korban dan anak perempuannya yang ditemukan tewas di dalam sumur.

“Kalau keinginan punya rumah sendiri memang sudah lama. Sudah nanya-nanya yang jual tanah juga. Dan akhirnya dapat membeli rumah di Jalan Padat Karya. Dan seminggu lagi korban mau pindah menempati rumah baru itu,’’ jelas Gafur.

Tak hanya itu, korban juga baru saja dinyatakan lulus Uji Komptensi Wartawan (UKW) tingkat Madya pada bulan Maret 2017 yang diselenggarakan di Kabupaten Bengkulu Utara.

Sebelum bergabung di Radar Utara, korban juga sempat tercatat sebagai pegawai honorer di Dinas Perhubungan (Dishub) Bengkulu Utara untuk penempatan petugas terminal Pasar Purwodadi Kecamatan Arga Makmur. Selama menjadi petugas terminal, korban juga dikenal pribadi yang baik dan mudah bergaul.

“Kalau tidak salah ingat almarhum honor di terminal sejak tahun 2005. Kemudian tahun 2012 keluar tak lama setelah menikah dan diterima sebagai wartawan di koran Radar Utara,’’ ujar mantan Kepala Terminal Purwodadi, Hidayatullah.

Salah seorang teman akrab korban, yang juga sebagai wartawan Radar Pat Petulai (RPP) penempatan tugas wilayah Kabupaten BU Tri Yanto Budi juga mengenang jika korban mudah akrab dengan orang lain.

“Saya kenal sejak tahun 2012 awal almarhum jadi wartawan di Radar Utara. Kami sering manggil almarhum dengan sebutan Adi Sule, karena wajah korban mirip dengan artis terkenal Sule,’’ ingatnya.

Murni Kecelakaan
Sementara itu, hasil dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan Polres Bengkulu Utara, menyatakan jika peristiwa tewasnya korban dan anaknya di dalam sumur, lantaran kehabisan oksigen karena terlalu lama berada di sumur.

‘’Penyebab meninggalnya karena kehabisan oksigen di dalam sumur. Sehingga ini murni merupakan musibah,’’ ujar Kapolres Bengkulu Utara AKBP Andhika Vishnu SIK melalui Kasat Reskrim AKP Jufri SIK.

Kasat menyampaikan saat anak korban terperosok ke dalam sumur, korban seketika panik dan tidak sempat meminta pertolongan dari orang lain. Tapi korban langsung turun ke dalam sumur bermaksud hendak menolong anaknya. Namun karena sumur yang cukup dalam berdiameter sempit, membuat korban dan anaknya kehabisan oksigen.

“Jadi korban saat melihat anaknya jatuh ke dalam sumur, langsung turun membantu. Tanpa sempat meminta bantuan. Sehingga tidak ada yang tahu jika korban dan anaknya berada di dalam sumur, upaya berteriak meminta tolong, juga tidak ada yang mendengar,’’ pungkasnya.

Hariyadi Darmawan wartawan Radar Utara (RU) Wilayah Kabupaten Lebong bersama putrinya Naira Siva Anggita ditemukan tewas di dalam sumur sedalam 13 meter berdiameter sekitar 1 meter di belakang rumah di Perumahan Seruni Villa Perdana Jalan Padar Karya Desa Karang Anyar II Kecamatan Kota Arga Makmur, sekitar pukul 15.00 WIB, Sabtu (5/8). Korban meninggalkan satu orang istri dan satu orang putra.(816)