Mengenang Anak Kades yang Tewas Digulung Ombak, Dimata Keluarga, Andre Merupakan Anak Penurut

orang-tua-korban-saat-memperlihatkan-foto-semasa-hidup-korban-2
IRUL/BE Orang tua korban saat memperlihatkan foto semasa hidup korban

Suasana duka masih menyelimuti keluarga Andre Dwi Saputra (14), warga Desa Gedung Sako 1 Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur. Keluarga sempat shock ketika mengetahui anak laki-lakinya tewas setelah digulung ombak saat mandi bersama teman-temannya dibibir pantai Desa Gedung Sako, Sabtu (29/10) lalu. Keluarga tak menyangka jika anaknya itu begitu cepat meninggalkan mereka.

Bagaimana sosok korban di mata keluarga dan teman-temannya? Berikut laporannya;

AIRULLAH SYEKHDI, Kaur

ANDRE, begitulah nama sehari-hari keluarga dan teman-temannya menyapa korban yang dikenal murah senyum dan penurut itu. Andre yang merupakan siswa kelas I SMP 1 Kaur ini merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari buah hati pasangan Sutarnawan (48), dan Ratna Juita (40). Dimata keluarga, korban merupakan sosok anak penurut dan tidak banyak tingkah. Sehingga kepergian korban ini membuat pihak keluarga dan temannya sangat terkejut, dan seolah tidak percaya.

“Anak saya ini penurut dan anaknya santun. Makanya saya seakan nggak percaya kejadian ini menimpa anak saya ini,” kata ungkap Sutarnawan ayah korban, yang juga Kades Gedung Sako 1, saat ditemui BE di kediamannya kemarin (1/11).

Diceritakannya, ia sangat menyesali pertemuan singkat dengan anak laki-laki satu-satunya itu. Dirinya juga mengaku, tidak ada tingkah laku aneh pada anaknya sebelum tengelamnya dan telah membuat keluarga, tetangga teman dan kerabat kaget. Juga saat kejadian itu ia tak menduga jika anaknya yang menjadi korban satu-satunya dalam musibah tersebut. Sebab pada saat kejadian ia bersama warga sempat menyelamatkan para korban lainnya, namun ia baru menyadari jika anaknya tidak selamat saat diberi tahu teman-teman Andre.

“Saya itu waktu itu masih membantu evakuasi teman-teman anak saya itu, tapi saya tidak tahu kalau kejadian ini akan menimpah anak saya ini,” sedihnya.

Sementara itu, Ikbal (14) teman sepermainan dan juga satu sekolah dengan korban. Ia mengaku Andre memang sosok anak yang baik dan muda bergaul juga asyik untuk berteman. Juga aktif dalam kegiatan sekolah. Juga sebelum kepergian Andre, ia bersama teman-temannya memang telah memiliki firasat jika korban akan selamanya meninggalkannya selamanya. Sebab saat sebelum kejadian itu korban sempat menitip pesan jika baju sekolahnya itu minta disumbangkan ke anak-anak yatim.

“Andre itu anaknya asyik, dan memang sebelum kejadian itu saya sudah ada firasat karena tiba-tiba baju sekolahnya minta disubangkan, dan juga fotonya minta dibesarkan,” cerita Ikbal.

Dari hasil pantauan BE di rumah duka dipingir jalan raya desa Gedung Sako kemarin, sejumlah keluarga dan kerabat tampak masih berdatangan ke rumah duka, untuk menyampaikan belasungkawa atas kepergian korban. (**)