Mengawal APBN, Membangun Negeri

COFFEE MORNING

Rinaldi,SE,M.Sc
Rinaldi,SE,M.Sc

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPBN) Provinsi Bengkulu pada pagi ini (17/1) menggelar Coffee Morning di Kantor DJPBN Provinsi Bengkulu bersama seluruh Pimpinan Instansi Vertikal dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat. Dengan mengangkat tema “Mengawal APBN, Membangun Negeri, DJPBN Provinsi Bengkulu berharap mampu mensejahterakan masyarakat Indonesia khususnya yang ada di Provinsi Bengkulu.

Kepala DJPBN Provinsi Bengkulu, Rinardi SE mengatakan, seluruh elemen masyarakat harus mampu mengawal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan tujuan untuk membangun negeri menjadi lebih baik lagi.
Karena APBN di negara-negara berkembang memiliki peran sebagai alat untuk memobilisasi dana investasi dan bukannya sebagai alat untuk mencapai sasaran stabilisasi jangka pendek. Oleh karena itu besarnya tabungan pemerintah pada suatu tahun sering dianggap sebagai ukuran berhasilnya kebijakan fiskal.

“Dengan APBN maka pembangunan daerah juga akan semakin baik,” ujar Rinardi, kemarin (16/1).

Baik buruknya suatu pembangunan daerah akan dapat terlihat dari penerimaan dan pengeluaran pemerintah setiap tahunnya dalam APBN. Sehingga melalui indikator APBN, dapat dianalisis seberapa jauh peran pemerintah dalam kegiatan perekonomian nasional.

“Oleh sebab itu sangat penting sebuah APBN bagi perkonomian nasional dan daerah,” kata Rinardi.

APBN menjadi penting karena pada dasarnya adalah uang kita sehingga seluruh elemen masyarakat harus memiliki kepedulian terhadap APBN untuk selalu dijaga dan diawasi bersama. Seperti diketahui total pagu APBN untuk Provinsi Bengkulu pada 2017 mencapai 6,16 triliun dan hingga akhir tahun hanya mampu terserap 72,33 persen (2,48 Triliun Rupiah) dari target 95 persen (Rp 3,429 triliun).

“Meski sudah tergolong baik dalam penyerapan, namun para pemangku kepentingan kedepannya dapat menyerap APBN dengan cepat dan memperhatikan azaz kepatutan, akuntabilitas dan lain sebagainya,” ungkap Rinardi.

Untuk itu DJPBN berusaha melakukan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat agar penyerapan APBN di 2018 ini bisa digunakan dengan baik dan mampu mendukung pembangunan daerah. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga akan di isi dengan sambutan dan pengarahan dari Plt Gubernur Bengkulu dan diselingi diskusi ringan antar Instansi terkait permasalahan dan kendala yang kerap dihadapi selama ini. “Kita akan membahas isu-isu terkini dari masing-masing institusi sambil minum teh atau kopi,” tutupnya. (999)