Melanggar, Pelajar Disuruh Jongkok

BENGKULU, BE – Kemarin, jajaran Satlantas Polres Bengkulu melakukan razia penertiban kendaraan di depan gerbang SMAN 5 Kota.
Razia penertiban khusus kendaraan pelajar itu langsung dipimpin oleh Kasatlantas, Iptu Sukma Pranata dilakukan
Kemarin (07/04), sekitar pukul 15.00 WIB didepan gerbang SMAN 5.
Dalam razia itu diketahui sekitar80 siswa melakukan pelanggaran sehingga dikumpulkan di aula sekolah dan diberikan pengarahan oleh Kasatlantas Polres.
Lalu siswa yang tidak memiliki SIM tidak dilakukan sanksi tilang melainkan disuruh untuk melakukan jongkok, berdiri lalu jongkok kembali.
Salah seorang siswa SMAN 5, Nada Inggit yang terkena razia tersebut mengatakan, operasi Simpatik Nala ini cukup unik. Meskipun awalnya bikin dirinya ketakutan.
“Saya belum punya SIM, karena KTP saya belum jadi, kalau tidak bawa motor ke sekolah susah, orang tua tidak bisa antar,”kata Nada, kemarin kepada BE.
Kapolres Bengkulu, AKBP Ardian Indra Nurinta SIK, melalui Kasatlantas, IPTU Sukma Pranata mengatakan, hal ini dilakukan dalam rangka operasi Simpatik Nala.
“Satlantas Polres Bengkulu datang ke sekolah dalam rangka operasi Simpatik Nala, jadi kami tidak melakukan penilangan, hanya akan memberikan himbauan kepada pelajar saja,” kata Sukma. kasatlantas.
Ditambahkan Kasat Lantas, tujuan dari operasi di sekolah-sekolah untuk memberikan himbauan kepada anak sekolah yang masih dibawah umur, tapi sudah membawa motor.
Pihaknya memberikan tiga point pengarahan pada para pelajar. Pertama, pengemudi kendaraan bermotor harus memiliki SIM, kedua kelengkapan kendaraan harus dilengkapi, seperti spion, knalpot dan lainnya. Ketiga, pengenalan rambu-rambu lalu lintas.
“Jadi, anak sejak dini sudah harus diberikan pengetahuan tentang rambu-rambu lalu lintas, jadi nantinya setelah ia sudah bisa mengendarai sepeda motor sendiri, ia sudah paham rambu-rambu yang ada,” ungkap Kasat Lantas. (927)