Mediasi Warga dan PT GMP Temui Jalan Buntu

puloBengkulu, bengkuluekspress.com – Proses mediasi kedua belah pihak yang berseteru soal tanah lahan perkebunan antara warga Desa Padang Betuah dan PT GMP menemui jalan buntu. Mediasi yang dilakukan di Polda Bengkulu Senin pagi (02/04/18) itu belum bisa menyelesaikan masalah tersebut. Untuk itu, rencananya warga dan PT GMP melakukan mediasi selanjutnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu Kombes Pol Pudyo Hariono, yang menengahi masalah ini mengatakan, proses mediasi belum menunjukkan hasil yang positif bagi kedua belah pihak. Mereka yang bersiteru diharapkan saling menahan diri dan dapat menyelesaikan masalah tanpa adanya keributan .

“Sebelumnya kedua belah pihak sudah melalui proses hukum jalur perdata. Diharapkan tidak menunjukkan sikap provokasi yang bisa memperkeruh suasana. Kita disini memfasilitasi proses mediasi kedua belah pihak supaya jangan berkonflik dan terjadi hal yang tidak diinginkan,” terangnya.

Tambah dia, saat ini untuk status tanah masih sesuai dengan peruntukannya yaitu lahan perkebunan perindustrian kelapa sawit. Setelah sekian tahun, kedua belah pihak saling merasa memiliki.

Dari PT GMP sendiri, Dr Erna selaku pemilik perusahaan tidak bersedia dimintai keterangan terkait masalah sengketa lahan ini. Dia memilih pergi seusai proses mediasi.

Pudyo Hariono menghimbau kepada warga dan PT GMP tidak melakukan kekerasan dalam proses penyelesaian masalah. Apalagi yang dapat menghambat aktifitas masyarakat Desa Padang Betuah itu sendiri. (Imn)