Mayat Pria di Tepi Sungai Tanpa Baju, Diduga Meninggal 4 Hari

mayat-di-ulu-manna-blur
MAYAT: Warga temukan mayat pria dewasa di pinggir Sungai Air Manna di Desa Kayu Ajaran, Ulu Manna, Rabu (16/11).

ULU MANNA, Bengkulu Ekspress – Warga Desa Kayu Ajaran, Ulu Manna kemarin (16/11) pagi mendadak heboh. Pasalnya warga setempat menemukan mayat seorang pria tanpa identitas tergeletak di pinggir Sungai Aie Manna, dengan kondisi sudah mulai mengeluarkan bau busuk.

Saat ditemukan mayat tersebut dengan posisi terlentang dengan tangan dan kaki terangkat ke atas. Mayat pria malang ini juga hanya mengenakan celana pendek warna hitam tanpa baju, serta ada ikat pinggang warna hitam dibadannya.

Adi (30), warga setempat saat ditemui di lokasi menuturkan, mayat tersebut ditemukan pertama kali olehnya sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu ia mau menjenguk jaring dan pancing yang dipasangnya Lubuk Sembelit, Sungai Air Manna, Selasa (15/11) sore. Saat mau mengangkat jaring, ia melihat ada dua tangan terangkat ke atas. Melihat hal tersebut ia langsung ketakutan dan lari ke desa menemui warga. Sehingga dirinya bersama 4 warga, yakni Pak Edo, Pak Lis, Pak Lika, da Alim, kembali ke lokasi memastikan tangan siapa yang ditemukan Adi di pinggir sungai tersebut.

Rupanya tangan yang dilihat Adi itu merupakan tangan orang yang sudah menjadi mayat. Akhiarnya warga ke desa melaporkannya kepada Kades Kayu Ajaran dan pihak kepolisian.

“Saya mengetahuinya saat saya menjenguk jaring, lalu ada dua tangan ke atas, kemudian saya ajak warga, setelah dipastikan itu orang yang sudah meninggal, kami beritahu kades,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Bengkulu Selatan (BS), AKBP Ordiva SIK melalui Kapolsek Pino, AKP Munawan membenarkan adanya penemuan mayat tanpa identitas tersebut. Menurutnya, dari informasi yang beredar mayat tersebut berasal dari Desa Pagar Bunga, Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan.  Hanya saja hingga kemarin belum ada yang mengenalinya. Diperkirakanya pria tersebut tewas dua hari lalu, sebab sudah menimbulkan bau busuk. “Perkiraan sementara warga Tanjung Sakti yang hanyut saat mencari ikan di Sungai Air Manna, namun pastinya belum tahu, karena saat kami hubungi warga Tanjung, mereka belum tahu ada warganya yang hilang,” ujar Munawan.

Di sisi lain, Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Ordiva SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Rizqi Akbar, mengatakan, jarak penemuan mayat dengan jalan raya sangat sulit, membutuhkan waktu 1 jam perjalanan. Sebab harus menuruni bukit dan melintasi jembatan gantung yang sudah rusak.

Memang pihak kepolisian sudah menghubungi petugas BPBD Bengkulu Selatan, untuk meminjam perahu karet, dengan maksud agar bisa dinaikan ke perahu karet dan dibawa ke hilir hingga ke tepi jalan. Akan tetapi karena air sungai sangat deras, rencana tersebut dibatalkan. Kemudian diputuskan dibawa dengan cara dimasukkan dalam kantong mayat, kemudian ditandu.

Dengan dibantu warga, mayat tersebut akhirnya bisa dievakuasi dan tiba di tepi jalan raya sekitar pukul 16.00 WIB, melewati jalan masuk semula dan menaiki jembatan gantung yang sudah rusak. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Hasanuddin Damrah (RSUDHD) Manna Bengkulu Selatan dan tiba di rumah sakit sekitar pukul 17.00 WIB.  “Mengingat akses menuju TKP sangat sulit, mayat baru tiba di rumah sakit pukul 17.00 WIB sore tadi (kemarin red),” ujarnya.

Dengan belum diketahui identitasnya itu, Rizqi mengimbau bagi warga yang merasa kehilangan keluarganya dapat segera menghubungi pihaknya atau dapat mengecek mayatnya di RSUDHD Manna. Sebab mayat tersebut diinapkan di rumah sakit di ruang mayat. Adapun ciri-ciri mayat tinggi sekitar 165 cm dengan tubuh agak gemuk.

“Bagi yang merasa ada keluarganya yang hilang, silhkan hubungi kami atau cek ke rumah sakit, siapa tahu mayat yang ditemukan di pinggir Sungai Air Manna itu anggota keluarganya,” imbau Rizqi.

Sementara itu, dokter umum RSUDHD Manna Bengkulu Selatan, dr Festi Roseka Ningsih mengatakan, dari hasil pemeriksaan pihaknya diketahui korban hanya mengalami luka robek pada bagian dagu dengan lebar 2 cm dan panjang 4,5 cm. Sedangkan pada bagian lain tidak ditemukan luka. Melihat kondisi mayat yang sudah bengkak dan mengeluarkan bau, diperkirakan mayat tersebut sudah meninggal 3 atau 4 hari lalu.

“Kondisi mayat hanya mengalami luka robek pada dagunya, dan diperkirakan sudah meninggal 3 hingga 4 hari lalu,” ujarnya. (369)