Mayat Mengapung di Pantai Mengkudum, Diduga Korban Pembunuhan

Mayat
Warga Bengkulu Selatan (BS) kembali dihebohkan dengan penemuan mayat. Kali ini warga menemukan mayat seorang pria yang mengapung di Pantai Mengkudum, Desa Pasar Pino, Pino Raya, Bengkulu Selatan. (Foto ASRI/BE).

PINO RAYA, BE – Warga Bengkulu Selatan (BS) kembali dihebohkan dengan penemuan mayat. Kali ini warga menemukan mayat seorang pria yang mengapung di Pantai Mengkudum, Desa Pasar Pino, Pino Raya, Bengkulu Selatan.

Mayat pria yang diketahui dengan identitas Siwendra (28) warga Pematang Bangau, Kota Manna ditemukan Selasa (18/4) sekitar pukul 16.30 WIB.

Saat ditemukan, mayat tersebut dalam kondisi mengapung di pinggir pantai dengan jarak sekitar 5 meter dengan bibir pantai. Bahkan saat ditemukan mayat pria yang sudah dikaruniai anak satu ini dengan kondisi tanpa pakaian.

Ican (36), warga Desa Pasar Pino,Pino Raya selaku warga yang pertama kali menemukan mayat tersebut menuturkan, sebagai nelayan, hampir setiap sore dirinya mencari ikan di tempat obyek wisata muara Pantai Mengkudum dengan cara menggunakan jaring. Sehingga seperti biasanya, Selasa sore dirinya kembali pergi ke muara pantai Mengkudum untuk menjaring ikan.

Setibanya di muara Pantai Mengkudum, Ican langsung memasang jaring. Hanya saja disaat sedang asyik memasang jaring, dirinya melihat benda mengapung tidak jauh dari dirinya.Karena penasaran, Ican lalu mendekati benda tersebut. Setelah dicek ternyata mayat seorang pria. Kaget melihat ada mayat tersebut, dirinya langsung pulang dan memberitahukannya pada warga.

“Saat itu saya sedang memasang jaring, lalu tidak jauh dari tempat saya memasang jaring, saya melihat ada mayat mengapung, setelah itu saya memberitahukan pada warga,” ujarnya.

Kapolres Bengkulu Selatan (BS), AKBP Ordiva SIK melalui Kapolsek Pino Raya, Iptu Sugiyo membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Menurutnya, saat ditemukan mayat tersebut tidak menggunakan baju dan tidak memakai celana alias bugil. Kemudian oleh anggotanya dengan dibantu warga sekitar, mayat pria malang ini lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Hasanuddin Damrah (RSUDHD) Manna BS. “Setelah dievakuasi, lalu mayatnya kami bawah ke rumah sakit,” ujarnya.

Ditambahkan Sugiyo, dari hasil pemeriksaan sementara, terdapat luka lebam pada mata sebelah kiri dan patah paha sebelah kiri. Hal itu diduga bekas benturan benda tumpul. Hanya saja, dirinya belum mau menyimpulkan penyebab kematian korban. Sebab masih menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit.

“Untuk sementara, pada mata kiri korban terdapat luka lebam,dan patah paha sebelah kiri saat ini kami masih menyelidiki penyebab kematian korban,” ujarnya.

Sementara itu, istri korban, Susan (28) membenarkan, jika mayat itu suaminya. Susan menjelaskan, suaminya itu pada Senin (17/4) sore sekitar pukul 18.00 WIB pergi meninggalkan rumah. Saat itu, sang suami pamit hendak membeli martabak. Hanya saja, hingga Senin malam, sang suami tidak kunjung pulang.

Bahkan keluarganya mulai Senin malam hingga Selasa sore terus berusaha mencarinya. Hanya saja sang suaminya itu tidak kunjung ditemukan. Hingga akhirnya ada informasi penemuan mayat yang ciri-cirinya mirip dengan suaminya yakni perawakan besar, tinggi 160 cm, kulit warna coklat dan rambut hitam lurus. Lalu, dirinya mengeceknya ke rumah sakit, dan ternyata mayat itu benar suaminya yang hilang sejak Senin sore.

“Benar itu suami saya yang pergi dari rumah Senin sore untuk membeli martabak, namun tidak kunjung pulang, setelah dicari, ternyata mayat yang ditemukan warga di pantai Mengkudum itu suami saya,” ujarnya sedih.

Kematian Wanita Setengah Bugil Diusut

Sementara itu, penyelidikan kematian Yusnaini (46), yang diduga tewas dibunuh, masih dilakukan Polres Bengkulu. Guna membuka tabir gelap tersebut, penyidik Polres Bengkulu sudah memanggil beberapa orang saksi, diantaranya dua orang mantan suami Yusnaini dan Broto suami sah Yusnaini. Beberapa orang teman dekat juga dimintai penyidik Polres Bengkulu.

“Iya kita sudah memanggil beberapa orang saksi, termasuk suami dan mantan suami korban,” ujar Kapolres Bengkulu, AKBP Ardian Indra Nurinta SIK membenarkan informasi tersebut, kemarin (18/4).

Keterangan dari kakak Yusnaini, Budiman, menguatkan pemeriksaan saksi itu. Dia mengatakan jika Broto sudah diperiksa sejak siang hari. Sebelumnya Broto masih di Mukomuko, nomor handphonenya tidak bisa dihubungi karena handphonenya rusak.

Keluarga kemudian menghubungi keponakan Broto yang kebetulan bekerja satu lokasi dengan Broto. Mendapatkan kabar pada Senin (17/4) kemarin, Broto langsung meluncur ke Bengkulu kemudian pergi ke rumah sakit melihat jenazah isterinya. Setelah itu, Broto dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

“Kemarin itu nomor handphonenya tidak aktif karena hapenya rusak. Kemudian kita hubungi keponakannya yang kebetulan bekerja dengan Broto. Sekarang dia masih di Polres diperiksa sejak siang hari,” jelas Budiman.

Dari keterangan Budiman, menyebutkan jika pada Sabtu (15/4) malam sekitar pukul 20.00 WIB setelah pulang dari rumah orang tuanya, Yusnaini sempat dua kali menelepon Broto. Pembicaraan tidak lama, inti perkataan Yusnaini meminta Broto untuk pulang ke rumah.

“Kata Broto, jam 8 malam Minggu (18/4), itu Yusnaini masih sempat menelpom dua kali. Intinya Yusnaini minta Broto pulang ke Bengkulu, itu saja yang disampaikan Yusnaini dalam telepon,” imbuh Budiman.

Karena pekerjaan Broto di Mukomuko membuat pelapis tebing, dia tidak bisa meninggalkan pekerjaan tersebut. Permintaan Yusnaini yang meminta Broto pulang diindahkan. Sampai akhirnya Senin kemarin, Broto mendapat kabar isterinya ditemukan tewas setelah dikabari keluarga di Bengkulu.

Saat disinggung apakah ada masalah keluarga, atau ada masalah lain sebelum Yusnaini meninggal, Budiman mengaku tidak ada masalah seperti itu. Bahkan Budiman dan keluarga lain sama sekali tidak menaruh curiga pada siapapun.

“Kita sama sekali tidak ada curiga sama siapapun. Karena setahu kami almarhum ini tidak ada masalah dengan orang lain,” terang Budiman.

Dari pengakuan Nusinsani kakak tertua korban, sama sekali tidak ada barang hilang saat rumah korban yang berada di sekitaran kilometer 6,5 didobrak. Nurinsani menduga korban pergi hanya membawa handphone barunya dan helm. Barang lain di dalam rumah tidak ada yang hilang atau dibawa korban.

“Kita menduga almarhum dijemput, tapi yang jemput siapa kita tidak tahu. Almarhum pergi dari rumah itu membawa handphone yang baru dibelinya dan helm, barang lain seperti tas tidak dibawa,” pungkas Nurinsani.

Pihak keluarga Yusnaini hanya berharap jenazah cepat dibawa ke rumah untuk segera di kebumikan. Karena sampai hari Selasa (18/4) pihak keluarga masih menunggu jenazah Yusnaini yang saat ini berada di Rumah Sakit M Yunus Bengkulu. Pihak keluarga juga menyerahkan seluruhnya proses penyidikan kepada kepolisian. Mereka berharap sangat besar agar polisi bisa mengungkap kasus yang menghilangkan nyawa Yusnaini.

Sehari sebelumnya, Warga kawasan eks lokalisasi RT 8 Kampung Melayu heboh. Sekira pukul 09.00 WIB salah seorang penjaga keamanan kawasan tersebut, menemukan mayat perempuan berada di dalam semak-semak dengan kondisi setengah bugil. Korban diduga tewas karena dibunuh.(369/167)