Material Pembangunan Gardu Tapal Batas Berserakan

BERSERAKAN: Material pembangunan gardu tapal batas Kabupaten Lebong dengan Bengkulu Utara terlihat berserakan.
BERSERAKAN: Material pembangunan gardu tapal batas Kabupaten Lebong dengan Bengkulu Utara terlihat berserakan.

LEBONG, Bengkulu Ekspress – Para pengguna jalan provinsi yang berada di kawasan Bukit Resam perbatasan Kabupaten Lebong dengan Kabupaten Bengkulu Utara (BU) mengeluh. Pasalnya, material pembangunan gardu tapal batas itu berserakan.

Seorang warga Lebong, Frengki (24) mengatakan, bahwa pembangunan gardu tapal batas saat ini masih sangat membahayakan para pengguna jalan, terutama yang menggunakan kendaraan sepeda motor. Karena jika tidak berhat-hati, maka bisa saja mengancam nyawa.

“Seperti ketika saya melintas pada malam hari beberapa minggu yang lalu, saya hampir tertimpa kayu sebesar lengan orang dewasa karena belum dibersihkan,” jelasnya, kemarin (8/4).
Selain itu, akibat pembangunan tapal batas tersebut, jalan yang seharusnya bisa dilewati secara bersamaan oleh dua kendaraan roda empat atau lebih. Namun saat ini hanya bisa dilewati 1 kendaraan dan itupun harus berjalan perlahan-lahan terutama pada malam hari, karena tertutup kabut. Jika salah sedikit bisa menyenggol kayu pancang penahan bangunan, sehingga membuat kayu semuanya bisa roboh.

“Apalagi sebelumnya pernah ada yang membakar pancang penahan dan itu sangat membahayakan,” ucapanya.
Berdasarkan pantauan BE, pada hari Senin (1/4) kayu penahan memang belum dilepas atau masih digunakan untuk menahan bangunan gardu tapal batas tersebut. Namun beberapa hari kemudian kayu penahan bangunan yang selama ini memakan jalan raya sudah dibongkar. Namun masih meninggalkan material sebagian kayu penahan di sisi-sisi bangunan tersebut. (614)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*