Masyarakat Jangan Berspekulasi

BENGKULU, BE – Hingga hari kedua pasca terbakarnya Kantor DPRD Provinsi Bengkulu, kemarin (5/2), aktivitas anggota DPRD dan sekretariat masih lumpuh. Hal tersebut dikarenakan gedung para wakil rakyat itu masih dipasang garis polisi dan dilarang untuk memasuki. Selain itu, penggunaan 2 gedung yang tidak terbakar dan selama ini digunakan sebagai ruang fraksi-fraksi juga belum difungsikan karena masih menunggu diizinkan pihak kepolisian.
Pantauan BE, meski tidak ada aktivitas para PNS, pejabat sekterariat, pimpinan dan anggota DPRD pun tetap datang ke kantor.
Atas kebakaran itu, Ketua DPRD Ihsan Fajri SE saat diwawancara mengaku hal tersebut merupakan musibah yang tidak diinginkan kedatangannya. Untuk menjaga kondisi tetap kondusif, Politisi PDI Perjuangan itu pun meminta masyarakat atau sejumlah elemen lainnya untuk tidak berspekulasi atas kejadian itu.
“Sekarang kan pihak kepolisian masih bekerja keras untuk mengungkapkan penyebab kebakaran. Sebelumnya hasilnya keluar, jangan dulu berspekulasi yang macam-macam. Karena bagi kami, ini adalah musibah dan kita harus tabah untuk menerimanya,” kata Ihsan usai menghadiri pelantikan Hamka Sabri sebagai Penjabat Bupati Bengkulu Utara, kemarin.
Pun begitu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Bengkulu ini tak menampik adanya kelalaian, yakni kurangnya ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) di gedung tersebut. Akibatnya, saat terjadi kebakaran, alat tersebut tidak banyak membantu untuk menjinakkan api.
“Selama ini kita sudah ada APAR, tapi karena kejadiannya begitu cepat dan api langsung membesar sehingga alat yang ada tidak mampu lagi untuk memadamkan api. Kedepan, semuanya akan kita evaluasi, mana yang alat yang kurang akan kita lengkapi,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Ihsan juga mengaku tidak menutup kemungkinan untuk mengevaluasi satpam yang berjaga. Kita memang diperlukan akan dilakukan penambahan personel dan diberikan tugas untuk patroli mengeliling gedung setiap saat.
Terkait untuk memperbaiki gedung, Ihsan Fajri mengaku akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Sebab, perbaikan gedung DPRD itu adalah hal yang mutlak dan harus dilaksanakan karena menghambat aktivitas dewan.
“Untuk perbaikan, sampai sekarang belum kita putuskan apakah menunggu APBD Perubahan atau tidak karena APBD Perubahan itu baru dibahas bulan Juli. Nanti kita akan berkoordinasi dengan eksekutif, kemungkinan bisa menggunakan anggaran cadangan yang ada, karena perbaikan gedung ini kita anggap masuk kedalam kebutuhan mendesak,” bebernya.

Pemprov Dukung
Sementara itu, Penjabat Gubernur Bengkulu Dr H Suhajar Diantoro MSi sangat mendukung penuh merehab gedung DPRD tersebut. Suhajar pun mengaku untuk anggaran bisa mengggunakan dana cadangan yang memang selalu disiapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Memang harus segera diperbaiki, jika para anggota dewan dan stafnya menggunakan 2 gedung yang tidak terbakar, dipastikan tidak akan cukup. Karena itu, perbaikan gedung yang terbakar itu harus segera dilalaksanakan,” imbuhnya.

Tempat Paripurna Pindah
Terkait dengan kegiatan dewan, Ihsan Fajri memastikan tidak akan terhambat dan tetap berjalan, termasuk rapat paripurna yang sudah diagendakan sebelumnya. Sejauh ini pihaknya masih berusaha menggunakan tempat sidang paripurna yang digunakan selama ini, yakni di lantai 2 gedung DPRD tersebut. Jika tidak memungkinkan, pihaknya berencana menggunakan Gedung Serba Guna (GSG) milik Pemerintah Provinsi Bengkulu yang terdapat di lingkungan kantor gubernur.
“Ruang paripurna memang tidka terbakar karena berada di lantai 2, tapi masalah gedung tersebut masih di police line sehingga kita kurang bisa leluas beraktivitas. Jika tidak memungkinkan nanti, kita gunakan gedung serba guna saja,” paparnya.
Sementara itu kegiatan rapat-rapat lainnya, pihaknya akan menggunakan ruang-ruang fraksi yang ada.
“Yang jelas agenda yang sudah disusun akan tetap kita jalankan. Demikian juga dengan pegawai sekretariat akan tetap beraktivitas seperti biasanya,” demikian Ihsan Fajri.

Penyelidikan Tuntas
Tim Puslabfor Cabang Palembang menyelesaikan penyelidikan kebakaran di Gedung DPRD Provinsi, kemarin (5/2). Di hari kedua pemeriksaan, tim tersebut kembali mengambil sejumlah sample kebakaran di beberapa ruangan.
“Nanti aja ya apa isinya, nanti hasilnya pasti diumumkan,” ungkap salah seorang anggota Puslabfor kemarin (5/2)
Tuntasnya pemeriksaan tersebut diiringi dengan pelepasan garis polisi yang telah dipasang sekeling gedung tersebut sejak 2 hari lalu.
Kabid Humas Polda Bengkulu, AKBP Sudarno S Sos MH, mengungkapkan pihaknya belum bisa memberikan rincian apa saja yang telah diambil untuk dilakukan analisa laboratorium. Hasilnya sendiri, bisa diperkirakan lebih kurang 1-2 minggu. Nanti bisa ditentukan kebakaran tersebut disebabkan oleh apa. Sedangkan untuk pemeriksaan para saksi masi akan tetap berjalan.
“Jika telah diketahui, nanti pihak penyidik bisa langka seperti apa yang akan dilakukan untuk mengungkap kasus kebakaran ini,” jelasnya.(614/400)