Masyarakat Diajak Lestarikan Penyu

DILESTARIKAN: Penyu yang mendarat di pinggir  pantai di wilayah  Ipuh yang  dilestarikan warga setempat.
DILESTARIKAN: Penyu yang mendarat di pinggir pantai di wilayah Ipuh yang dilestarikan warga setempat.

MUKOMUKO, Bengkulu Ekspress – Penyu merupakan salah satu habitat yang langka dan tidak sembarangan mendarat serta bertelur. Untuk itu Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mukomuko mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melestarikan penyu-penyu yang mendarat di wilayah tersebut. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mukomuko, Eddy Aprianto melalui Sekretaris Rahmad Hidayat dikonfirmasi Bengkulu Ekspress, kemarin (15/1).

Adapun beberapa jenis penyu yang sering mendarat dan bertelur di pinggir pantai di daerah tersebut adalah penyu hijau, penyu pipih dan penyu belimbing. Wilayah yang didarati berbagai jenis penyu, diantaranya Air Hitam, Pulau Baru, Pulau Makmur, Retak Ilir dan SP10. Konservasi yang ada dan dibuka masyarakat adalah konservasi penyu di Air Hitam, Retak Ilir dan Pulau Baru. Sepanjang tahun 2017 lalu, kata Rahmad, secara keseluruhan tukik yang telah dilepas ke habitatnya mencapai 1700 tukik. Ini merupakan hal yang luar biasa, khususnya masyarakat melalui kelompok yang peduli dengan tetap melestarikan penyu. Ditanya sejak awal Januari 2018 hingga saat ini (kemarin), sudah berapa tukik yang di lepas, Rahmad mengatakan, masih melakukan pendataan dan yang telah menyampaikan kelompok konservasi komunitas pecinta alam Batu Kumbang Ipuh sebanyak 213 yang sudah jadi tukik. Sedangkan yang masih berbentuk telor sebanyak 150 telor penyu belimbing, 111 penyu pipih dan 97 penyu hijau.

“Telor penyu itu di jaga oleh komunitas masyarakat tersebut dan nantinya akan di lepas setelah menjadi tukik,” demikian Rahmad. (900)