Masuk Freezer, Bocah Terpanggang, 4 Ruko Ludes

kebakaran_tanah-patah
MEMBARA: Kebakaran hebat di Jalan S Parman, Kelurahan Tanah Patah, Kecamatan Ratu Agung, Selasa (29/11) pagi. Tampak jenazah Muhammad Alfatih (11), masih di dalam freezer yang terbakar. (Foto IST WARGA/Bengkulu Ekspress).

BENGKULU, BE – Kebakaran hebat terjadi di Jalan S Parman, Kelurahan Tanah Patah, Kecamatan Ratu Agung, Selasa (29/11) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Api membakar 5 bangunan dan menewaskan seorang bocah.

Lima bangunan itu terdiri 4 bangunan milik Ros dan satu milik Edi.

Empat bangunan milik Ros itu adalah toko manisan 2 pintu ditempati anaknya Nurman, warung siomay dikelola Kang Emo, warung rumah makan dikelola Uni Melan dan Penjahit Permai milik Novin serta penjahit Semangat milik Edi. Dahsyatnya kebakaran terlihat dari banyaknya mobil pemadam yang turun memadamkan api. Ada 9 unit mobil pemadam turun untuk menjinakkan si jago merah. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 09.00 WIB.

Setelah api padam, bangunan yang sebelumnya padat nyaris rata dengan tanah. Empat bangunan terbakar habis, hanya tersisa rangka bangunan dan tembok. Sedangkan bangunan penjahit Semangat milik Edi hanya terbakar sedikit.

Selain mengakibatkan kerugian ratusan juta, kebakaran juga memakan korban jiwa. Muhammad Alfatih (11), anak dari Nurman dan WUlan, pemilik Toko Bekah, tewas mengenaskan terpanggang di dalam lemari pendingin atau freezer es krim. Tak pelak, saat jenazah Alfatih dikeluarkan, teriakan histeris dari keluarga langsung pecah. Terutama ibunda Alfatih, Wulansari yang saat kejadian baru tiba di rumah dari lomba senam di Pemkot.

Ada dugaan kebakaran disebabkan karena korban Alfatih yang memang sering bermain api. Kondisi Alfatih yang berbeda dengan bocah seumurannya, ia tercatat sekolah di Sekolah Dasar Luas Biasa (SDLB). Namun demikian, Kepala Kantor Pemadam Kebakaran Kota Bengkulu, Saipul Ependi, menduga, sumber api berasal korsleting listrik, tepatnya dari ruang tengah toko manisan Berkah milik Norman.

Api cepat membesar karena api pertama membakar atap rumah. Selain itu, api juga cepat menjalar ke bangunan lain. Tidak heran jika dalam waktu kurang dari 30 menit api sudah membakar 4 bangunan dan satu bangunan terkena dampak kebakaran.

“Api mulai menyebar sekitar pukul 06.30 WIB, karena pukul 07.00 WIB sudah banyak warga melihat asap hitam mengepul di salah satu bangunan,” kata Saipul Ependi.

Dari keterangan Novin, pemilik penjahit Permai, ia pertama kali melihat api saat hendak mengantar anaknya sekolah sekitar pukul 07.00 WIB.

Saat itu asap tebal sudah mengepul di toko manisan milik Nurman. Melihat api mulai membakar bangunan lain dan menjalar ke bangunan miliknya, Novin langsung meminta pertolongan warga.

Tapi sayang, karena api cepat sekali membakar bangunan, barang milik Novi tidak semuanya bisa diselamatkan.

“Usaha satu-satunya dan tempat tinggal satu-satunya, hanya sedikit barang yang bisa diselamatkan. Saya lihat api pertama kali di toko berkah,” jelas Novin.

Kapolres Bengkulu, AKBP Ardian Indra Nurinta SIK yang turun ke lapangan melihat kondisi kebakaran mengatakan, dari keterangan keluarga, korban yang tewas tersebut mempunyai keterbelakangan, ia sekolah di SDLB.

Sebelum kejadian, korban berada di dalam ruko dengan pengasuhnya Atik. Sementara itu orang tuanya tidak ada di rumah, ayah korban keluar rumah mencari makan dan ibunya sedang ada di Pemkot mengikuti lomba senam.

“Satu orang korban itu sekolah di SDLB, saat kejadian dia di dalam rumah dengan pengasuhnya. Korban tidak bisa diselamatkan karena api terlalu cepat membesar. Untuk lebih jelasnya kita akan mintai keterangan semua keluarga korban, saat ini mereka masih berduka,” ujar Kapolres.

Kapolres kemudian menyayangkan sikap orang tua korban yang mengunci pintu ruko. Kemungkinan korban sudah berusaha mencari jalan keluar, karena pintu terkunci korban panik dan memilih masuk ke dalam freezer es krim. Namun upayanya sia-sia, karena api terlalu besar sehingga korban tewas.

“Semua saksi akan kita mintai keterangan. Penyebab kebakaran akan kita selidiki,” imbuh Kapolres.

Pantauan di lapangan, kebakaran ini menjadi tontonan warga sekitar lokasi kebakaran. Bahkan polisi sampai menutup arus lalu lintas dari arah Padang Harapan dan Simpang Skip. Ini dilakukan agar tidak menyulitkan mobil pemadam dan petugas pemadam kebakaran saat memadamkan api.

Sedangkan korban tewas terbakar setelah berhasil dievakuasi langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jitra untuk dibersihkan. Kemudian dibawa ke rumah duka, selanjutnya dimakamkan di TPU setempat.(167)

Bangunan yang Terbakar

1. Toko Manisan Berkah milik Nurman, barang dagangan seperti rokok, makanan ringan, barang kebutuhan pokok lain, air minum dalam kemasan habis terbakar.

2. Warung Siomay milik Kang Emo, bangunan nyaris rata dengan tanah akibat terbakar. Semua perabotan masak habis terbakar
3. Penjahit Permai milik Novin, kondisi bangunan setelah terbakar hampir sama dengan warung siomay milik Kang Emo. Ia hanya bisa menyelamatkan etalase kaca dan beberapa mesin jahit yang hangus terbakar.
4. Warung Makan milik Uni Melan, seisi warung terbakar, baik perabotan dan barang dagangan.
5. Penjahit Semangat milik Edi, bagian samping bangunan yang bersebelahan dengan warung makan terpapar kebakaran. Beberapa perabotan seperti kursi sudah terbakar tetapi bangunan masih utuh.