Masjid Agung Tunggu Restu Gubernur

pengkuran lahan masjid
KEPAHIANG, BE – Proses pembangunan Masjid Agung Al Amin Kepahiang hingga kini belum dapat dimulai. Pasalnya, program tersebut masih harus menunggu restu Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah.
Pengukuran lahan SMK-SPPN Kelobak seluas 2 hektar untuk masjid itu yang sudah dilakukan, bukan tanda pasti pembangunan dapat dimulai. “Kita tinggal menunggu keputusan gubernur untuk menghibahkan lahan yang sudah diukur beberapa waktu lalu,” kata Sekretaris Panitia Pembangunan Masjid, Drs H Saukani Minggu (21/12).
Dikatakannya,  seiring pembangunan masjid, administrasinya bisa menyusul. Mengingat manyoritas masyarakat sudah menunggu realisasi pembangunan masjid. “Makanya untuk semetara ini untuk merealisasikan masjid kita menunggu restu dari Gubernur. Tapi kalau gubernur tetap meminta administrasinya diselesaikan lebih dulu baru masjid dibangun, kita pun akan mengikutinya,” ujar Saukani.
Terpisah, anggota DPRD Kepahiang H Zainal SSos MSi mengatakan, sejak awal pihaknya mendukung pembangunan masjid tersebut. “Dengan catatan pembangunannya bukan di atas lahan yang bermasalah. Tapi sekarang inikan permasalahan lahan sudah tuntas, jadi kita pun berharap gubernur dapat merestui agar mesjid bisa segera dibangun,” harap Zainal.
Menurutnya, sejauh ini di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu, hanya Kabupaten Kepahiang yang belum memiliki masjid agung. “Makanya restu dari gubernur itu sangat kita harapkan untuk merealisasikan pembangunan masjid. Disamping itu kita juga siap menganggarkan dana bersumber dari APBD untuk pembangunan mesjid. Hanya saja bisa diusulkan dalam APBD Perubahan tahun depan, karena di APBD awal tidak diusulkan,” jelasnya.(505)