Marhaban Ya Ramadan, Awal Puasa Serentak

RIO/Bengkulu Ekspress. TAK TERLIHAT: Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Bustasar bersama BMKG, Pemprov Bengkulu dan pihak terkait lainnya menyaksikan Rukhiyatul Hilal di atas gedung Mess pemda Provinsi Bengkulu, Selasa (15/5/2018).
RIO/Bengkulu Ekspress. TAK TERLIHAT: Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Bustasar bersama BMKG, Pemprov Bengkulu dan pihak terkait lainnya menyaksikan Rukhiyatul Hilal di atas gedung Mess pemda Provinsi Bengkulu, Selasa (15/5/2018).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pemerintah akhirnya menetapkan hari pertama puasa, jatuh pada hari Kamis 17 Mei 2018, sejalan dengan Ormas Islam Muhammadiyah dan Persatuan Islam (Persis).

Ormas ini telah mengedarkan surat pengumuman hari pertama puasa 2018. Dalam edaran tersebut juga diketahui, penentuan Idulfitri 1439 Hijriah pada tanggal 15 Juni 2018.

Maklumat PP Muhammadiyah memutuskan, ijtima jelang Ramadan 1439 H terjadi pada hari Selasa, 15 Mei 2018 pukul 18.50.28 WIB. Tinggi Bulan pada saat terbenam matahari di Yogyakarta ( -07°48′ LS, 110°21′ BT ) = -00°02’50” (hilal belum wujud). Sehingga ditetapkan 1 Ramadhan 1439 H jatuh pada hari Kamis, 17 Mei 2018. Ijtima jelang Syawal 1439 H terjadi pada hari Kamis, 14 Juni 2018 pukul 2.45.53 WIB. Tinggi Bulan pada saat terbenam matahari di Yogyakarta( -07°48′ LS, 110°21′ BT ) = +07°35’20” (hilal sudah wujud). Jadi 1 Syawal 1439 H jatuh pada hari Jum’at, 15 Juni 2018.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan kesepakatan sidang isbat dibuat berdasarkan dua hal, yaitu perhitungan hisab dan laporan petugas tersumpah di lapangan yang melihat hilal. Dari perhitungan hisab hilal terlihat masih di bawah ufuk.

“Bahwa pertama terkait dengan posisi hilal ditanyakan bahwa seluruh Indonesia masih di bawah ufuk dan kedua dari pelaku rukyat hilal maka dengan sidang isbat berlangsung kita menerima 32 rukyatul hilal kita menerima laporan mereka dari mereka 32 tidak satu pun yang melihat hilal,” ujar Lukman.

Selanjutnya mewakili pemerintah, Lukman menyampaikan selamat menjalani puasa bagi umat Islam di seluruh Indonesia.

“Mudah-mudahan kita semua mampu menjaga kesucian bulan Ramadan, bulan yang sangat suci, bulan yang sangat dinanti, bulan yang istimewa. Dan mudah-mudahan kita bisa menjalani seluruh bulan Ramadan kita dan kembali kepada kefitrian kita di akhir bulan Ramadan,” tutup dia.

Terpisah, Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu, Drs. Bustasar MS MPd mengatakan hilal di Bengkulu tidak terlihat, karena tertutup awan. “Selama ini hilal sulit terlihat di Bengkulu, walau cuaca cerah namun belum berhasil melihat hilal, pun begitu putusan awal ramadan menunggu putusan hasil isbat dari Jakarta, ” ujarnya.

Walau belum berhasil, namun Kemenag Bengkulu tetap mengirimkan hasil pengamatan ke Jakarta sebagai bahan pertimbangan saat pelaksanaan sidang istbat. Seperti diketahui, kanwil kemenag melakukan rukyatul hilal di Mes Pemda, pantai panjang Kota Bengkulu. Pemantauan hilal itu menyiapkan tiga alat teropong bingan milik Kemenag maupun BMKG Bengkulu. Pemantauan hilal di Bengkulu dipusatkan di atas gedung Mess Pemda di kawasan wisata Tapak Paderi, Kota Bengkulu.

Pada kesempatan itu dihadiri berbagai ormas Islam, MUI, para rektor universitas, Kantor Urusan Agama (KUA), Kepala Kemenag Kota dan pemerintah daerah, dan BMKG. Tidak terlihatnya hilal karena ijtima’ jatuh pada Selasa kliwon, 29 Sya’ban pukul 18:48:50 WIB, matahari terbenam pukul 18:6:07.

Ketinggian hilal di Bengkulu saat itu sudah positif (hilal diatas ufuk), tetapi rendah yaitu 0°07’29 00′. Angka ini masih di bawah kriteria imkanurrukyat yaitu (2°30′) atau 2,5 derajat. Artinya kemungkinan hilal untuk terlihat sangat kecil sekali. Dengan begitu awal Ramadan 2439 H jatuh pada 17 Mei 2018. “Kalau dari hasil perhitungan hilal belum terlihat, bahkan masih minus, ” tandasnya. (247/jpg)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*