Mantapkan Posisi Cagub, Okto Mengedepankan Politik Santun

Okto Barawijaya Berkunjung ke Graha Pena Bengkulu Ekspress
Okto Barawijaya Berkunjung ke Graha Pena Bengkulu Ekspress

Dari Kunjungan Okto Brawijaya Trisakti ke Graha Pena BE

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Calon Gubernur (Cagub) Provinsi Bengkulu, Okto Brawijaya Trisakti SH MH berkunjung Graha Pena Bengkulu Ekspress dalam rangka silaturahmi media kemarin (8/4). Kedatangan Okto disambut langsung oleh General Manjaer BE TV, M Firdaus, Pemimpin Redaksi Harian Bengkulu Ekspress, Suherdi Marabilie SE dan Manajer Iklan, Hadi Nurahman. Mereka berbincang ringan mengenai politik di Provinsi Bengkulu.

Dalam kesempatan itu, Okto menyampaikan kesiapannya dalam mengikuti arus politik di Provinsi Bengkulu. Ia siap mencalonkan diri sebagai calon gubernur (Cagub) Provinsi Bengkulu untuk periode 2015-2015 mendatang dengan mengusung politik santun.

“Saya siap maju dalam Pilgub mendatang sebagai calon gubernur Provinsi Bengkulu dan saya akan berpolitik secara santun,” sampai pemilik Hotel Al-Isya di Mekkah ini .
Pria kelahiran Tanjung Sakti ini mengatakan, bentuk berpolitik santun yang ditempuh seperti tidak melakukan money politik. Karena baginya money politik itu yang kenyang hanya tim sukses namun masyarakat malah tidak merasakan manfaat dari money politik.

“Di money politik itu yang kenyang tim sukses. Sebagian uang yang dikeluarkan tidak diterima oleh masayarakat,” Okto mengingatkan.

Malahan Okto lebih menginginkan seorang cagub dalam mengeluarkan dana baiknya membuat semacam program yang bisa bermanfaat secara langsung terhadap masyarkat. Dicontohkannya, program yang bermanfaat seperti memberikan umroh atau program jalan-jalan gratis untuk masyarakat.

“Lebih baik dana untuk money politik digunakan untuk program-program yang langsung bisa menyentuh ke masyarakat seperti porgram umrah dan wisata,” katanya.
Ditanya mengenai peluang kemenangan bila tidak ber-money politik, Okto yakin masih berpeluang untuk memenangkan pilgub. Kemenangan tersebut dihitung Okto berkisar 60 persen.Karena menurutnya, tidak semua masyarakat bisa menerima money politik.

“Yang menerima money politik itu hanya 40 persen saja, sementar 60 persen masyarakat yang diam itu juga memberikan searanya pada pemilihan,” tukasnya.

Maju dalam jalur independen pun siap ditempuh Okto. Namun ia juga tetap berkomunikasi terhadap partai politik pengusung bakal calon. Komunikasi yang dilakukan Okto hanya sewajarnya saja. Ia tidak ingin terlalu memaksakan diri. Pasalnya, melakukan transaksional politik terhadap partai dinilai sangat sulit.

“Saya siap maju indpenden namun tetap melukakan komunikasi politi sewajarnya saja. Transaksionla politik partai itu sulit,” ucapnya yakin.

Adapun alasan Okto maju pada Pilgub yang rencananya digelar Desember 2015 mendatang, ia ingin menjadikan Provinsi Bengkulu bisa sejajar dengan Provinsi lain di Indonesia. Ia mau Provinsi Bengkulu dikenal oleh wilayah lain sebagai Provinsi yang maju.

“Saya ingin Bengkulu ini maju dan dikenal wilayah lain karen . Provinsi Bengkulu memiliki banyak potensi, seperti potensi pariwisata dan sumber daya alam,” katanya.
Untuk mendukung itu semua ia siap mengelola sumber daya manusia dengan menghubungkan ke dunia Internasional.

Okto berandai, Bila terpilih menjadi Gubernur Bengkulu nantinya, ia ingin memajukan Provinsi Bengkulu terutama di sektor pariwisata dan pendidikan. Ia akan mengenalkan pariwisata yang dimiliki Provinsi Bengkulu dipandang di mata internasional. Program pemerataan pembangunan di masyarakat pun dicanangkan.

Sampai saat ini Okto belum menentukan siapa calon wakil gubernurnya. karena jika maju secara independen Okto harus menentukan calon wakil gubernur sebagai pasangannya.
“saat ini belum ada calon wakil gubernur. Masih dalam tahap seleksi,” ucapnya singkat.

Namun Okto tetap berambisi masuk dalam bursa pilgub sebagai Gubernur baik diusung partai politik atau pun secara independen. Ia pun tidak mau maju sebagai calon Wagub Provinsi Bengkulu.

“kalau saya jadi wagub nanti sulit untuk menjalankan program-program yang saya canangkan. Karena kalau wagub biasanya nurut saja sama gubernur,” tandasnya. (adw)