Malaria Zoonotic Nihil

MUKOMUKO, BE – Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko sementara inimemastikan belum menemukan nyamuk yang dapat mengakibatkan malaria zoonotic. Ini setelah tim pusat penelitian dan pengembangan kesehatan Kementerian Kesehatan RI, telah melakukan penelitian di daerah tersebut. “Hingga hari ini (kemarin) setelah pihak dari Kemenkes melakukan penelitian. Belum ditemukan malaria zoonotic tersebut,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten, Edi Rosdy MKes melalui Kabid P2PL, Melia Fadjriani SKM dikonfirmasi Bengkulu Ekspress kemarin (14/4).
Tim dari Kemenkes itu, telah selesai melakukan survei dan penelitian di  Desa Dusun Baru V Koto, Kecamatan Air Dikit. Didaerah  yang diantaranya banyak  monyet yang masih berkeliaran. Yang kemudian tim  mengambil sampel darah bekas pasien yang menghidap penyakit malaria di Puskesmas Kota, Puskesmas Dusun Baru V Koto dan RSUD Mukomuko. Dari penelitian sementara itu, belum ditemukan malaria yang disebabkan parasit baru tersebut.
Kendati demikian, Meli tetap menginggatkan kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar. Karena, penyakit tersebut sumbernya dari gigitan nyamuk atau seperti nyamuk biasanya. Jenis nyamuk malaria tidak lagi empat parasit, tetapi lima. Parasit yang sudah ditemukan pada manusia, yakni Malarian Plasmodium Opale, Malariae Plasmadium pipak, Palciparum dan Zoonotic atau malaria knowlesi.
“Gejala penyakit malaria zoonotic sama gejala palciparum. Yang dapat menyebabkan malaria berat dan menyerang seluruh sel eritrosit dan sangat mematikan. Khusus malaria zoonotic itu sudah terjadi di wilayah Provinsi Kalimantan,” bebernya.
Malaria zoonotic yang merupakan parasit baru itu  banyak menyerang hewan seperti  monyet, kemudian  menularkan ke manusia. “Awalnya nyamuk itu mengigit monyet, kemudian ditularkan ke manusia,” ujarnya. (900)