Mahasiswa STAIN Curup Ubah Tempe jadi Bistik

CURUP, BE– Meskipun kuliah di perguruan tinggi yang memiliki dasar pendidikan agama. Namun tidak bukan berarti tidak memiliki jiwa usaha atau entreprenuer. Hal tersebut ditunjukkan tiga mahasiswa STAIN Curup dengan meruah tempe gembus menjadi bistik. Bahkan menurut Ketua STAIN Curup, Dr Rahmad Hidayat MAg MPd karena ide mereka membuat bistik dari tempe gembus, ketiga mahasiswa tersebut mengharumkan nama STAIN Curup dengan meraih pringkat 10 pada ajang entreprenuer nasional tingkat mahasiswa yang dilaksanakan di Kota Pekan Baru Riau pada Bulan Maret lalu.

“Dalam ajang tersebut, diikuti oleh 100 perguruan tinggi, dan alhamdulillah mahasiswa kita mendapat peringkat 10 mengalahkan perguruan tinggi ternama lainnya seperti Unan dan Unsri,” ungkap Rahmat Hidayat saat ditemui di ruang kerjanya Kamis (20/4)

Bahkan lebih membanggakan lagi, menurut Rahmat dari beberapa perguruan tinggi islam seperti UIN, IAIN dan STAIN yang mengikuti ajang tersebut, hanya STAIN Curup yang bisa masuk 10 besar.

Dijelaskan Rahmat salah satu dari tiga mahasiswa yang mengharumkan nama STAIN Curup tersebut adalah M Kozim dari jurusan Komisi Penyiaran Islam, sedangkan duanya lagi dari jurusan Tahfizd dan Pendidikan Agama Islam. “Ini menunjukkan bahwa, jurusan tidak menghalangi seseorang untuk memiliki jiwa usaha,” jelas Rahmat.

Atas keberhasilan tiga mahasiswanya tersebut, terlebih lagi sudah mengharumkan nama STAIN Curup. Maka menurut Rahmat saat ini pihak STAIN Curup terus melakukan pembinaan sehingga ketiga mahasiswanya tersebut bisa mengembangkan ide mereka.

Salah satu upaya yang dilakukan manajemen STAIN Curup yaitu dengan mencarikan modal usaha untuk mengembangkan bistik yang berbahan dasar tempek gembus tersebut. “Selain itu, setiap ada kegiatan kewirausahan di kampus ini, ketiga mahasiswa ini kita minta menjadi instruktur,” jelas Rahmat.

Disisi lain, Rahmat berharap dengan dikembangkan bistik dari tempe gembus ini, bisa menjadi makanan khas Kabupaten Rejang Lebong sehingga bisa menjadi salah satu souvenir dalam menunjang Kabupaten Rejang Lebong sebagai kota wisata. Bahkan menurut Rahmat saat ini pihak STAIn Curup juga sudah mulai memperkenalkan makanan tersebut dengan cara menghadirkan makanan tersebut kepada para tamu STAIN Curup.

“Dengan mulai diperkenalkan bistik dari tempe gembus ini, diharapkan makanan ini nanti akan menjadi khas Kabupaten Rejang Lebong,” harap Rahmat.(251)